Berita

UMP Dorong Pemberdayaan Perempuan Nelayan Sentolo Kawat Cilacap Berbasis Ekonomi Biru

PWMJATENG.COM, CILACAP, — Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggerakkan program pemberdayaan perempuan nelayan Sentolo Kawat Cilacap berbasis konsep ekonomi biru. Program strategis ini menggabungkan pengembangan keterampilan produktif dengan pemanfaatan potensi pesisir. Oleh karena itu, kegiatan ini mampu memperkuat kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Disiplin Raih Hibah Kemenristekdikti

Inisiatif pengabdian masyarakat ini berhasil meraih pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026. Selanjutnya, UMP menerjunkan tim lintas disiplin untuk memimpin pelaksanaan program di kawasan pesisir tersebut.

Tim pakar ini terdiri atas Itsna Nurrahma Mildaeni, M.A. dari Program Studi Psikologi, Dr. Endar Puspawiningtyas, S.T., M.T. dari Teknik Kimia, serta Mukti Agung Wibowo, S.T., M.T. dari Teknik Sipil. Selain itu, empat mahasiswa UMP—Susy Susiati, Daffa Imam Hanif, Layli Rahmawati, dan Njawa Nur Fauziyah—turut aktif mendampingi warga Kampung Sentolo Kawat, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan.

Sinergi antarbidang ilmu ini memadukan pendekatan mental psikologis, keterampilan teknis olahan, pemanfaatan limbah, hingga tata ruang kawasan pesisir. Kemudian, kehadiran tim mahasiswa mempercepat proses transfer pengetahuan kepada kelompok sasaran di lapangan.

Bangkitkan Kepercayaan Diri dan Diversifikasi Pangan

Rangkaian kegiatan bermula pada 25 Juli 2026 melalui pelatihan penguatan mental dan peningkatan kesadaran diri. Tim mendesain sesi khusus ini agar perempuan nelayan mampu mengenali potensi pribadi serta sumber daya alam di sekitarnya.

Pada hari yang sama, para peserta langsung mengikuti sesi pelatihan diversifikasi makanan olahan berbasis hasil laut. Hasilnya, mereka berhasil mempraktikkan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi beragam produk kuliner yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.

“Melalui pelatihan ini, kami mendorong peserta untuk mengenali potensi diri dan sumber daya di lingkungan sekitar. Mereka membangun kepercayaan diri serta meningkatkan kesadaran mengenai peluang pengembangan potensi lokal,” jelas Anggota Tim Pengabdian UMP, Dr. Endar Puspawiningtyas, S.T., M.T.

Dr. Endar menambahkan bahwa keterampilan praktis tersebut langsung menerapkan kesadaran mental yang telah terbentuk. Oleh sebab itu, tahapan ini menjadi fondasi awal kelompok perempuan nelayan dalam menjalankan aktivitas usaha yang produktif.

Sulap Limbah Ikan Menjadi Pupuk Organik Cair

Program berlanjut pada 31 Juli 2026 dengan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah ikan. Tidak hanya itu, pelatihan inovatif ini menyatukan penguatan ekonomi warga dengan aksi nyata perlindungan lingkungan wilayah pesisir.

Tim pengabdian mengajarkan teknik mengolah sisa limbah tangkapan laut menjadi produk bernilai guna. Dampaknya, langkah ini memunculkan peluang usaha baru di bidang pertanian atau penjualan pupuk ramah lingkungan.

“Peserta mempelajari proses pengolahan limbah ikan yang berpotensi menjadi persoalan lingkungan menjadi produk bermanfaat. Kegiatan ini mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Endar.

Menurut Dr. Endar, diversifikasi pangan dan produksi POC merupakan dua program yang saling melengkapi secara utuh. Olahan makanan mengasah keahlian kuliner, sedangkan produksi POC mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Fondasi Mental dan Rintisan Destinasi Wisata Pesisir

Ketua Tim Pengabdian UMP, Itsna Nurrahma Mildaeni, M.A., menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelatihan teknis dan pendampingan mental. Sebab, kepercayaan diri yang kokoh membantu perempuan nelayan mengelola usaha secara konsisten dan mandiri.

“Kami berharap program ini membekali perempuan nelayan dengan keterampilan dasar untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Selain keterampilan, penguatan mental sangat penting agar mereka percaya diri mengembangkan potensi lingkungan,” kata Itsna.

Pendekatan ekonomi biru dalam program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dengan demikian, UMP mendorong pengelolaan limbah dan daur ulang sumber daya agar memberi keuntungan ekonomi jangka panjang.

Sebagai langkah lanjutan, UMP menyiapkan inisiasi wisata panorama pesisir di Kampung Sentolo Kawat. Integrasi antara olahan pangan, pembuatan POC, dan penataan kawasan bakal menjadikan pelabuhan lokal ini sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Akhirnya, keberhasilan program pemberdayaan perempuan nelayan Sentolo Kawat Cilacap ini membuktikan bahwa pengelolaan potensi pesisir yang tepat mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Kontributor: Muh/Chy
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/