Berita

UMP Hadirkan Internasionalisasi Pendidikan hingga Pesantren, Dukung SDGs melalui Kelas Bilingual Islami

PWMJATENG.COM, BANJARNEGARA — Universitas Muhammadiyah Purwokerto terus memperluas jangkauan pengabdian masyarakat. Kali ini, program internasionalisasi pendidikan UMP merambah ke lingkungan pondok pesantren di daerah. Langkah nyata tersebut terwujud melalui kolaborasi strategis dengan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (PP MBS) Wanayasa, Banjarnegara.

Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UMP menginisiasi kegiatan bertajuk “Penguatan Kelas Bilingual pada Pembelajaran Bahasa Terintegrasi dengan Budaya Karakter Islami” ini pada Selasa (4/8/2026). Pihak kampus memboyong tiga mahasiswa internasional UMP untuk berinteraksi langsung dengan para santri.

Ketiga mahasiswa asing tersebut adalah Samara dari Palestina, Jibril dari Mali, dan Ahmed Fawzi dari Sudan. Kehadiran mereka menghidupkan suasana belajar bahasa di pesantren. Para santri berkesempatan melatih percakapan, mengikuti permainan edukatif, serta berdiskusi kelompok secara interaktif.

Mendorong Pendidikan Berkualitas dan Karakter Islami

Melalui program internasionalisasi pendidikan UMP, proses belajar bahasa tidak lagi sebatas teori di dalam kelas. Santri dapat langsung mempraktikkan kemampuan komunikasi sekaligus mengenal ragam budaya Islam dari berbagai belahan dunia.

Ketua Program Studi Magister PAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menegaskan pentingnya wawasan global bagi para santri. Pihaknya berkomitmen mencetak generasi yang mahir berbahasa asing tanpa kehilangan identitas keislamannya.

“Santri perlu kesempatan menggunakan bahasa dalam situasi nyata. Ketika berinteraksi dengan mahasiswa asing, mereka belajar bahasa sekaligus memahami keberagaman keberagamaan umat Islam dunia,” ujar Darodjat.

Inisiatif ini menjadi bukti konkret dukungan terhadap pencapaian SDGs UMP, khususnya poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Kampus berkomitmen menyediakan akses pembelajaran inklusif dan relevan dengan tuntutan zaman.

Sinergi Kemitraan Menuju Pergaulan Global

Di sisi lain, Darodjat menjelaskan bahwa program internasionalisasi pendidikan UMP tidak selalu berarti mengirim peserta didik ke luar negeri. Perguruan tinggi juga bisa memboyong pengalaman internasional langsung ke tengah masyarakat dan lembaga pendidikan daerah.

Sinergi ini sekaligus memperkuat ketercapaian poin ke-17 SDGs UMP tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren ini terbukti menghadirkan dampak positif yang nyata bagi santri.

Mudir Ma’had PP MBS Wanayasa, Al-Ustadz KH. Wahyudin, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini. Ia menilai interaksi lintas budaya mampu memantik kepercayaan diri para santri.

“Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang sangat berharga. Keterampilan bahasa global memang penting, tetapi fondasi akhlak Islami tetap menjadi yang utama,” tutur Wahyudin.

Melalui kegiatan ini, UMP sukses membawa atmosfer pergaulan global ke ruang kelas pesantren di Wanayasa. Para santri kini makin siap melangkah ke dunia internasional dengan membawa karakter Islami yang kuat.

Kontributor: Chy
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/