Gelar Media Gathering, PPNA Ajak Jurnalis Gaungkan Syiar Muktamar ke-15 NA dan Visi Perempuan Berkemajuan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggandeng puluhan jurnalis nasional. Organisasi perempuan ini menyelenggarakan Media Gathering di Syariah Hotel Solo, Rabu (5/8/2026). Langkah sinergis ini bertujuan menggaungkan syiar perhelatan agung Muktamar ke-15 NA.
Berbagai pegiat media arus utama menghadiri agenda silaturahmi tersebut. Mereka mewakili jurnalis dari Solopos, Republika, Suara Aisyiyah, Suara Muhammadiyah, Suara Merdeka, hingga TV Mu Jogja. Melalui pertemuan ini, PPNA memaparkan seluruh draf agenda Muktamar ke-15 NA. Bahkan, panitia merancang acara besar ini berjalan selama tiga hari dua malam.
Mengawali agenda, rangkaian permusyawaratan ini bermula dari sidang Tanwir III NA. Nantinya, tokoh-tokoh penting siap membuka sidang prakondisi tersebut. Mereka meliputi Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto dan Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Dr. K.H. Tafsir. Selain itu, Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto juga memastikan kehadirannya.
Sementara itu, sesi pembukaan muktamar akan menampilkan deretan tokoh nasional. Rencananya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir siap menyapa peserta. Tak hanya itu, Ketua Umum PWNA Jawa Tengah Monica Subastia turut mendampingi para tokoh tersebut di panggung utama.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PPNA Ariati Dina Puspita Sari sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan jurnalis. “Media memegang peran vital dalam menyiarkan gagasan persyarikatan,” ujar Ariati. Lebih lanjut, ia menjelaskan panitia menerapkan sistem hybrid untuk sidang laporan pertanggungjawaban. Menurutnya, adaptasi metode ini membuktikan fleksibilitas organisasi merespons kondisi ekonomi global.
Visi Perempuan Muda Berkemajuan
Perhelatan akbar ini mengusung tema besar “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Pemilihan tema strategis ini merespons pesatnya kemajuan teknologi modern. Oleh karena itu, PPNA menuntut seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah agar terus bergerak adaptif menghadapi zaman.
Steering Committee (SC) Nur Arina Hidayati merinci makna mendalam di balik rumusan tema tersebut. Baginya, kader perempuan Muhammadiyah wajib melek teknologi digital. Namun harus tetap memperjuangkan nilai-nilai luhur keislaman. “Perempuan berkemajuan tidak sekadar mengikuti tren zaman semata,” tegas Arina.
Guna mencapai target sukses, panitia meleburkan Organizing Committee (OC) pusat dan daerah. Sejalan dengan hal itu, Ketua OC Annisa Nur Fitriana menargetkan permusyawaratan yang berkesan dan menggembirakan. Secara keseluruhan, forum tertinggi ini melibatkan utusan dari 35 PWNA dan 270 PDNA. Alhasil, total 875 peserta dari seluruh penjuru negeri akan memadati arena persidangan.
Program Ikonik dan Syarat Ketat Formatur
Sebagai tuan rumah, Ketua PWNA Jawa Tengah Monica Subastia menyambut antusias perhelatan bersejarah ini. Bahkan, ia berkomitmen menghadirkan fasilitas lokasi yang sangat ramah perempuan dan anak. Selanjutnya, saat sesi diskusi bersama media, wartawan menanyakan berbagai capaian program strategis PPNA.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ariati membeberkan sejumlah program unggulan organisasinya. Adapun, deretan program ikonik ini mencakup Mengaji NA, PAUD NA, Mental Health Corner, hingga pilar literasi RALINA. Pastinya, inovasi-inovasi ini menegaskan kontribusi nyata Nasyiatul Aisyiyah bagi penyelesaian masalah masyarakat luas.
Terakhir, terkait proses regenerasi kepemimpinan, panitia pemilihan menerapkan standar ketat bagi para calon pemimpin baru. Faktanya, bakal calon formatur wajib menuntaskan jenjang pendidikan kader DANA 3 atau LINA 2. Tentu saja, syarat mutlak ini menjamin kualitas kepemimpinan pasca Muktamar ke-15 NA. Dengan demikian, Nasyiatul Aisyiyah siap terus melahirkan kader terbaik bagi persyarikatan dan umat.
Kontributor: Mahda
Editor: Al-Afasy



