Angkat Ekonomi Warga Banyumas, UMP Bikin Gerakan Lewat Pemikiran Margono dan Sumitro
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan gerakan nyata untuk mengangkat ekonomi warga Banyumas. Kampus unggulan ini merancang berbagai program pemberdayaan berbasis masyarakat. Melalui langkah strategis ini, UMP menghidupkan kembali pemikiran Margono dan Sumitro sebagai fondasi pembangunan. Kedua tokoh nasional tersebut mewariskan gagasan ekonomi kerakyatan yang sangat berkeadilan.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyampaikan komitmen tersebut secara terbuka. Ia menegaskan nilai keadilan sosial harus menjadi gerakan nyata di lapangan. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika berupaya agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari inovasi kampus.
Selain itu, Jebul Suroso menyoroti latar belakang sejarah Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Margono merupakan tokoh asal Banyumas yang memegang teguh karakter lokal blakasuta. Karakter egaliter dan lugas ini menginspirasi pemikiran Margono dan Sumitro dalam membangun ekonomi bangsa.
Aksi Nyata Berantas Rentenir dan Bina UMKM
Sebagai wujud pelaksanaan gagasan tersebut, UMP memposisikan diri sebagai murid ideologis. Kampus meluncurkan program Rumah Bertumbuh Indonesia (RBI) untuk mendampingi warga desa. RBI secara aktif membantu masyarakat agar terbebas dari jeratan rentenir.
Di sisi lain, UMP juga mengembangkan gerakan Rumah UMKM. Wadah ini memfasilitasi pendampingan pelaku usaha mikro secara konsisten. Tim pengabdi kampus membantu memperluas akses pasar serta meningkatkan kapasitas usaha warga Banyumas.
Sementara di bidang akademik, UMP mendirikan Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan (PSKPK). Lembaga ini memfokuskan kajian pada pemikiran Margono dan Sumitro. Bekerja sama dengan Sumitro Institute, pusat studi ini rutin memproduksi riset dan rekomendasi kebijakan pro-rakyat.
Warisan Inspiratif untuk Ekonomi Kerakyatan
Jejak perjuangan Margono Djojohadikusumo memang tidak dapat dipisahkan dari Banyumas. Ia prihatin melihat rakyat kecil terjerat sistem permodalan yang merugikan. Dari keprihatinan itulah, ia mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) dan menggerakkan koperasi nasional.
Selanjutnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo melengkapi perjuangan tersebut melalui penguatan struktur ekonomi rakyat. Ia menekankan pentingnya akses modal, pendidikan, dan teknologi bagi masyarakat bawah. Kolaborasi pemikiran ayah dan anak ini menjadi pilar utama sistem ekonomi kerakyatan.
Pada akhirnya, komitmen UMP membuktikan warisan intelektual tokoh bangsa dapat terus dihidupkan. Melalui integrasi program kampus wisata dan pemberdayaan desa, UMP membumikan pemikiran Margono dan Sumitro. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi warga Banyumas secara berkelanjutan.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



