Cegah Kerugian Finansial, Ini 3 Amalan Investasi Abadi Tanpa Rugi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Maraknya kasus gagal bayar lembaga keuangan membuat masyarakat kian khawatir menanamkan modal materi. Menjawab keresahan tersebut, Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara membeberkan cara mencegah kerugian finansial melalui tiga amalan investasi abadi tanpa rugi.
Pesan penting tersebut mengemuka dalam ajang Safari Dakwah Pencerahan Putaran Kedua di Masjid Al Muthmainnah, Nusukan, Solo, Minggu (26/7/2026). Penceramah mengupas tuntas rahasia berniaga dengan Sang Pencipta agar terhindar dari kerugian materi maupun spiritual.
Solusi Spiritual di Tengah Keresahan Finansial
Ustaz Dwi Jatmiko menjelaskan bahwa manusia sering kali terjebak dalam perburuan keuntungan duniawi semata. Padahal, bisnis antarmanusia selalu membayangi pelaku usaha dengan risiko kerugian hingga kebangkrutan.
“Bisnis dengan manusia bisa menghasilkan keuntungan, tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Contohnya seperti kasus BMT yang gagal membayar hasil investasi nasabah,” ujar Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo tersebut.
Sebagai solusi konkret, Islam menawarkan konsep berniaga dengan Allah yang tertuang jelas dalam Al-Qur’an Surah Fathir ayat 29. Ayat ini menjadi fondasi utama bagi setiap muslim untuk meraih investasi abadi tanpa rugi yang membawa keberkahan hidup.
Tiga Amalan Utama Pembuka Keberkahan
Dalam pencerahannya, Ustaz Dwi Jatmiko membeberkan tiga amalan utama yang menjadi pilar perniagaan dengan Allah. Amalan pertama adalah konsistensi membaca dan meresapi isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus. Setiap huruf yang dibaca seorang muslim bernilai pahala berlipat ganda sekaligus menjadi cahaya penerang jalan hidup.
“Amalan kedua adalah menegakkan salat secara istiqamah sebagai tiang agama dan sarana komunikasi paling mulia antara hamba dengan Sang Pencipta,” tutur sang ustaz.
Sementara itu, amalan ketiga melibatkan komitmen menginfakkan sebagian rezeki, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Langkah ini membuktikan keimanan bahwa harta hanyalah titipan ilahi untuk kemaslahatan bersama.
Jaminan Keuntungan Dunia dan Akhirat
Melalui tiga amalan tersebut, seorang muslim tidak hanya mengamankan pahala di akhirat, tetapi juga memperoleh kedamaian jiwa di dunia. Transaksi spiritual ini menjadi benteng utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Berniaga dengan Allah melalui Al-Qur’an, salat, dan sedekah merupakan satu-satunya transaksi yang pasti menghadirkan keselamatan,” pungkas Ustaz Dwi Jatmiko menutup sesi pencerahan.
Pilihan menjalankan investasi abadi tanpa rugi ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat Solo dalam mengelola rezeki. Keuntungan sejati tidak sekadar angka di rekening, melainkan ketenangan hidup yang berkelanjutan.
Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Alafasy



