Cegah Kecacingan pada Anak: Tim UMP Gelar Skrining Kuku dan Edukasi Cuci Tangan di Sekolah

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Tim dosen UMP melancarkan aksi edukasi kesehatan untuk mengajarkan cara mencegah kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Aksi nyata ini menyasar 70 siswa kelas V di SD UMP. Langkah preventif ini penting untuk melindungi tumbuh kembang anak dari ancaman infeksi parasit.
Ketua tim pengabdi, Defi Nurul Hayati, M.Kes., memimpin langsung program edukasi ini. Ia memboyong tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik UMP. Mereka menggabungkan metode edukasi interaktif dan pemeriksaan fisik secara langsung.
Melalui program ini, para akademisi membimbing siswa untuk membiasakan hidup bersih. Langkah ini efektif untuk menekan potensi timbulnya gejala kecacingan anak sejak dini.
Edukasi Interaktif dan Skrining Kuku Siswa
Tim UMP memulai kegiatan dengan menyajikan penyuluhan interaktif. Mereka menjelaskan bahaya serta dampak buruk infeksi parasit bagi tubuh anak. Penyampaian materi yang komunikatif ini membuat para siswa lebih cepat memahami pentingnya menjaga kesehatan diri.
Setelah sesi penyuluhan, tim UMP langsung memeriksa kondisi fisik para peserta. Petugas mengecek tingkat kebersihan kuku siswa satu per satu. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada telur cacing yang menempel di jari.
Selanjutnya, tim UMP mengajak seluruh siswa untuk mempraktikkan teknik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Siswa memperagakan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan.
Hasil skrining kuku anak SD ini menunjukkan capaian yang sangat positif. Data lapangan mencatat 38 siswa (54,3%) memiliki kuku yang sangat bersih. Sementara itu, 12 siswa (17,1%) masuk kategori cukup, dan 20 siswa (28,6%) masuk kategori kurang. Capaian ini sudah melampaui indikator keberhasilan program.
Pentingnya Pendampingan Berkelanjutan
Ketua tim pengabdi, Defi Nurul Hayati, M.Kes., menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini. Ia menyebut bahwa cara mencegah kecacingan pada anak harus bermula dari kebiasaan kecil.
“Pencegahan kecacingan harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Misalnya, anak harus rajin menjaga kebersihan kuku dan mencuci tangan menggunakan sabun. Jika anak menerapkan kebiasaan ini secara konsisten, risiko infeksi akan turun secara signifikan,” kata Defi.
Meski demikian, Defi meminta semua pihak untuk tetap mendampingi para siswa. Data menunjukkan bahwa masih ada 45,7 persen siswa yang membutuhkan pembinaan lanjutan.
Oleh sebab itu, pihak sekolah dan orang tua harus terus bekerja sama. Pendampingan rutin dari orang tua akan memastikan kebiasaan cuci tangan ini terus berjalan di rumah. Langkah nyata tim UMP ini menjadi wujud kepedulian kampus dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari infeksi.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



