Berita

Bisa Cegah Gagal Panen, Smart Farming AIoT TMU Raih Pujian Menteri Pertanian Amran

PWMJATENG.COMMALANG – Inovasi Smart Farming AIoT yang mampu mengukur kelembapan tanah dan suhu lahan secara real-time buatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) sukses meraih pujian dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Diumumkan pada ajang MCEBI 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, teknologi ini dinilai efektif menekan risiko gagal panen sekaligus mengoptimalkan sistem penyiraman tanaman secara otomatis.

Pantau Lahan Real-Time dan Pangkas Risiko Panen

Inovasi teknologi ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membantu petani memantau kondisi lahan secara real-time. Melalui sensor terintegrasi, sistem pintar ini mengukur kelembapan tanah serta suhu lingkungan secara presisi. Langkah digitalisasi ini menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi air sekaligus menekan potensi gagal panen.

Aplikasi kecerdasan buatan dalam sektor agronomi ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menilai terobosan ini sangat relevan dengan kebutuhan modernisasi pertanian nasional.

“Saya mengapresiasi inovasi AgriSmart AIoT yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tegal. Pertanian Indonesia membutuhkan lebih banyak inovasi berbasis teknologi seperti ini agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Selain meningkatkan produktivitas, pemanfaatan alat pemantau lahan otomatis ini mendorong efisiensi biaya operasional bagi para petani lokal. Sistem cerdas tersebut bekerja memberikan rekomendasi kebutuhan penyiraman tanaman secara otomatis sesuai data lapangan.

Dorong Hilirisasi Riset Kampus ke Sektor Industri

Mentan Amran menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan serta IoT merupakan kunci utama menjawab tantangan pangan masa depan. Oleh karena itu, riset terapan karya akademisi tidak boleh berhenti sebatas ajang kompetisi di lingkungan perguruan tinggi.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berkelanjutan,” tutur Andi Amran Sulaiman.

Langkah strategis ini membuktikan komitmen Universitas Muhammadiyah Tegal (TMU) dalam mengembangkan riset terapan dan kewirausahaan berbasis teknologi. Capaian positif pada ajang MCEBI 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang tersebut menjadi bukti nyata kontribusi kampus bagi pembangunan nasional.

Tim pengembang AgriSmart AIoT kini membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan kelompok tani. Sinergi lintas sektor ini bertujuan menyempurnakan teknologi pertanian AI agar dapat terimplementasi secara massal di berbagai daerah.

Kontributor: Novanto
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/