Berita

MPLS SMK Muhammadiyah Banda Aceh: Gandeng BNN Bentengi Siswa Baru dari Bahaya Narkoba

PWMJATENG.COMBANDA ACEH – Langkah preventif langsung berjalan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS SMK Muhammadiyah Banda Aceh. Pihak sekolah menggandeng BNN Kota Banda Aceh untuk membentengi para siswa baru dari ancaman nyata peredaran gelap narkotika, Senin (13/7/2026).

Edukasi Dini di Awal Sekolah

Langkah taktis ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya narkoba bagi pelajar sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Kepala SMK Muhammadiyah Banda Aceh, Muzadi, S.Pd.I, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan bebas dari pengaruh zat adiktif.

Muzadi sangat mengapresiasi kehadiran tim BNN yang memberikan pembekalan karakter ini secara langsung. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan investasi penting untuk menyelamatkan masa depan generasi muda. Beliau juga meminta seluruh siswa baru berkomitmen penuh untuk menolak segala bentuk bujukan narkoba.

“Kami ingin siswa kami berprestasi tanpa narkoba,” ujar Muzadi dengan optimis.

Mengenal Modus dan Bahaya Narkoba bagi Pelajar

Dalam sesi sosialisasi anti narkoba tersebut, utusan BNN memaparkan materi yang sangat krusial bagi remaja. Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kota Banda Aceh, Efrar Khalid Hanas, S.Psi., menjelaskan berbagai modus penyebaran narkotika yang kini menyasar kalangan remaja.

Para siswa menyimak dengan antusias pemaparan materi tentang dampak buruk zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental. Selain itu, Efrar juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang sangat berat bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar barang haram tersebut. Sesi interaktif ini juga menghadirkan Nasrol, SKM., MKM., yang mengupas tuntas sisi kesehatan remaja.

Efrar menegaskan bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang wajib mendapat perlindungan maksimal dari pengaruh buruk narkotika. Oleh karena itu, BNN terus mendorong kampanye pencegahan narkoba di sekolah secara masif dan berkelanjutan.

Menjadi Agen Perubahan

Pihak BNN juga menantang para peserta MPLS SMK Muhammadiyah Banda Aceh untuk berani menjadi agen perubahan. Mereka harus berani melapor kepada guru atau pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan BNN Kota Banda Aceh diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Melalui bekal edukasi ini, para siswa baru kini siap memulai perjalanan akademik mereka dengan aman, cerdas, dan bebas dari ancaman narkoba.

Kontributor: Rizki Maulizar
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/