Berita

Dukung UMKM Go Digital, Mahasiswa UMP Sulap Gula Aren dan Kopi Danasari Jadi Produk Kelas Atas

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Pelaku usaha mikro di lereng perbukitan Purbalingga kini mulai merambah pasar digital berkat inisiasi program SIKADES CERDAS oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tim PPK Ormawa HMPS PGSD UMP melatih para perajin kopi robusta dan gula aren di Desa Danasari untuk meningkatkan nilai jual produk mereka sejak awal Juli lalu.

Langkah pemberdayaan ini menyasar langsung komoditas unggulan lokal yang selama ini belum tergarap optimal. Mahasiswa mendampingi warga untuk mengolah hasil bumi mentah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.

Beberapa produk andalan tersebut mencakup kopi robusta, gula aren, hingga kerajinan gelagah arjuna yang melimpah di lereng gunung. Sentuhan inovasi ini siap mendongkrak potensi Desa Danasari Purbalingga ke tingkat pasar yang lebih luas.

Mengangkat Potensi Desa ke Pasar Digital

Untuk merealisasikan target tersebut, Tim PPK Ormawa mendirikan dua ruang belajar nonformal yang sangat spesifik. Ruang Usaha Warga berfokus pada inovasi produk, sementara Ruang Digital Marketing mematangkan kesiapan warga dalam ekosistem digital.

Melalui Ruang Digital Marketing, para pelaku usaha mendapatkan bimbingan intensif mengenai cara branding produk UMKM. Mahasiswa melatih warga membuat desain kemasan yang menarik, mengambil foto produk yang estetik, hingga menyusun konten promosi yang persuasif.

Pelatihan ini menjadi modal penting agar pelaku usaha lokal tidak kalah saing di pasar modern. Setelah kemasan dan konten promosi siap, warga belajar memasarkan produk secara mandiri melalui media sosial dan marketplace.

“Melalui enam pojok literasi tersebut, kami tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ketua Pelaksana PPK Ormawa HMPS PGSD UMP, Nabila Zahra Khairunnisa.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Kemandirian Warga

Program pemberdayaan ini juga menyasar kelompok karang taruna, ibu-ibu PKK, dan pelaku UMKM secara langsung. Semua pihak bahu-membahu menyerap ilmu baru demi mewujudkan cita-cita UMKM go digital di wilayah mereka.

Kesuksesan program ini tentu membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen masyarakat desa. Oleh karena itu, mahasiswa menerapkan metode pendampingan berkala agar transfer teknologi berjalan lancar tanpa hambatan.

“Pendampingan kami lakukan secara bertahap agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nabila Zahra Khairunnisa.

Sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal ini menjadi kunci utama. Model kolaborasi ini siap mempercepat akselerasi pemasaran digital produk lokal hingga ke luar wilayah Purbalingga.

Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/