Sering Ditolak Reviewer? Ini Cara Menulis Artikel Ilmiah Standar ScienceDirect dari Pakar UMP
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Kualitas penelitian yang bagus tidak menjamin sebuah naskah akademik layak terbit di jurnal bereputasi internasional jika penulis gagal menyajikan data sesuai standar editor. Oleh karena itu, pakar publikasi mengupas tuntas fakta tersebut dalam seminar riset modern garapan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa (14/7/2026).
Dalam seminar tersebut, Dr. Sriyanto, M.Pd. membedah kunci utama yang sering akademisi lewatkan. Menurutnya, banyak peneliti pemula terjebak pada pola pikir lama yang hanya fokus pada hasil temuan mereka sendiri. Padahal, gerbang utama kelolosan artikel ilmiah justru berada di tangan para penilai jurnal.
“Penelitian yang bagus belum tentu menjadi artikel yang baik, dan artikel yang baik belum tentu layak dipublikasikan. Karena itu, penulis perlu memahami cara berpikir editor dan reviewer, mulai dari aspek kebaruan, kontribusi ilmiah, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, hingga metodologi penelitian yang kuat,” ujar Dosen UMP, Dr. Sriyanto, M.Pd.
Sriyanto menambahkan bahwa penulis harus mengubah pola pikir saat menyusun draf tulisan. Selain itu, peneliti wajib memosisikan diri sebagai pembaca kritis agar peluang lolos publikasi menjadi jauh lebih besar.
Rahasia Menembus Jurnal ScienceDirect
Bukan hanya mengubah pola pikir, pemilihan platform publikasi juga menjadi langkah krusial bagi akademisi. Seminar di kampus UMP ini secara spesifik mengupas trik menembus target jurnal ScienceDirect. Sebab, platform global tersebut terkenal memiliki standar kurasi yang sangat ketat bagi para peneliti dunia.
Untuk mengimbangi ketatnya seleksi global tersebut, riset modern saat ini membutuhkan dukungan data yang presisi. Oleh sebab itu, Kepala Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Indah Wijaya Antasari, S.Sos., M.I.Kom., mengenalkan strategi riset berbasis data pada sesi berikutnya. Ia memaparkan pemanfaatan analisis bibliometrik untuk memetakan tren riset dunia secara cepat.
Metode mutakhir ini memanfaatkan perangkat lunak khusus untuk membaca peluang kebaruan ilmiah. Melalui visualisasi data tersebut, peneliti dapat melihat peta kolaborasi global secara jelas sekaligus menghindari topik riset yang sudah jenuh.
“Bibliometrika tidak hanya membantu peneliti melihat perkembangan suatu topik penelitian, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun strategi riset yang lebih terarah, berbasis data, dan memiliki peluang publikasi yang lebih baik,” ujar Indah Wijaya Antasari.
Optimalisasi Data untuk Dongkrak Kualitas Publikasi
Selanjutnya, Indah menjabarkan tahapan analisis ini secara sistematis kepada seluruh peserta. Proses tersebut meliputi akuisisi data, pembersihan data (cleaning data), penyusunan thesaurus, hingga visualisasi menggunakan aplikasi VOSviewer dan Biblioshiny. Pemanfaatan berbagai perangkat tersebut terbukti efektif mendongkrak kualitas publikasi ilmiah.
Menariknya, agenda strategis ini mendapat sambutan luar biasa dari komunitas akademik. Kepala Perpustakaan UMP sekaligus Ketua Panitia, Riski Tri Wismanawati, S.Hum., menyatakan bahwa antusiasme peserta berada di luar ekspektasi panitia. Bahkan, acara ini juga menarik perhatian besar dari deretan mahasiswa asing.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Bahkan beberapa mahasiswa internasional turut mengikuti seminar hingga akhir. Hal ini menunjukkan keseriusan sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan kemampuan riset mereka,” ujar Riski Tri Wismanawati.
Melalui dorongan edukasi taktis ini, Perpustakaan UMP berharap iklim riset kampus semakin produktif. Akhirnya, pihak universitas berkomitmen mencetak lebih banyak publikasi bereputasi internasional demi memperkuat kontribusi keilmuan Muhammadiyah di tingkat global.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



