Kepemimpinan Muhammadiyah: Rahasia Kader Tangguh M. Iqbal
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Kepemimpinan Muhammadiyah kini memerlukan respons cepat terhadap tantangan zaman. M. Iqbal Nurpriyanto, public speaker nasional, membedah hal ini dalam agenda Sekolah Kader Muhammadiyah Pekajangan.
Kegiatan ini berlangsung di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada 11–12 Juli 2026. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PCM Pekajangan menggelar acara ini untuk memperkuat kapasitas kader. Selengkapnya, Anda bisa melihat panduan kaderisasi resmi untuk memahami standar pengembangan organisasi saat ini.
Formula Kepemimpinan Muhammadiyah dan Kualitas Respons
Iqbal memaparkan formula krusial dalam kepemimpinan Muhammadiyah, yaitu hukum kualitas respons. Formula tersebut adalah: Kejadian (K) + Respons (r) = Hasil (h).
Menurut Iqbal, hasil akhir selalu bergantung pada cara seseorang merespons masalah. Jika ingin menaikkan kelas organisasi, kader harus mengubah cara merespons persoalan di lapangan. Anda juga bisa mempelajari teori manajemen organisasi untuk melengkapi wawasan kepemimpinan.
Seorang pemimpin yang adaptif harus pandai mengelola emosi. Kader perlu membawa energi proaktif agar bisa mencapai performa puncak tanpa memicu stres organisasi.
Tiga Prinsip Utama Kader Tangguh
Iqbal merinci tiga prinsip fundamental agar kader tidak kehilangan relevansi di tengah zaman yang bergerak cepat:
-
Good Followership: Kader harus belajar menjadi pengikut yang baik. Ia mengenalkan model The Star Followers, yaitu pemikir kritis yang proaktif dan bisa diandalkan.
-
Tanggung Jawab Penuh: Kepemimpinan adalah dedikasi total terhadap nilai-nilai organisasi. Fokusnya bukan pada panggung pribadi, melainkan kemaslahatan umat.
-
Penyelesaian Masalah: Anggaplah setiap masalah sebagai sarana untuk bertumbuh. Kader sejati justru menjadikan hambatan sebagai ujian kapasitas diri.
Menolak Pasif, Dorong Kader Buat Panggung Sendiri
Pada penutup sesi, Iqbal memberikan motivasi agar kader Pekajangan tidak menjadi penonton sejarah. Ia mengingatkan bahwa wilayah Pekajangan memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi persyarikatan.
“Jangan pernah menunggu struktur memberikan panggung kepada Anda. Buatlah panggung sendiri melalui kontribusi nyata,” tegas Co-Founder Pandora Institute ini.
Kader harus aktif berpartisipasi sejak dari tingkat ranting. Selain itu, mereka wajib mengasah kompetensi serta memperkuat ideologi agar gerakan ini terus memiliki masa depan yang cerah.
Kontributor: Bono
Editor: Ayma



