Gelar Jambore Dakwah Kemanusiaan, ‘Aisyiyah Jateng Perkuat Fondasi Ketahanan Keluarga ‘Aisyiyah
PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Sebanyak 670 peserta menghadiri Jambore Dakwah Kemanusiaan di Karanganyar, Sabtu (27/6/2026), untuk merumuskan langkah nyata memperkuat ketahanan keluarga ‘Aisyiyah dalam menghadapi tantangan zaman dan transformasi digital.
Kegiatan selama dua hari pada 27–28 Juni 2026 di Wonder Park, Tawangmangu, Karanganyar ini menjadi momentum strategis bagi ‘Aisyiyah. Sebanyak 670 peserta dari seluruh Jawa Tengah berkumpul untuk memperkuat kapasitas mubalighot dalam mengawal ketahanan keluarga.
Sinergi Pentaheliks untuk Keluarga Sehat
‘Aisyiyah mengusung komitmen kuat dalam sinergi pentaheliks bersama BAZNAS, BKKBN, dan dinas terkait. Sinergi ini bertujuan menuntaskan isu stunting serta kemiskinan ekstrem di lapangan. Kerja sama ini menjadi pondasi bagi gerakan pendampingan masyarakat yang lebih terukur dan berbasis data.
“Keluarga sakinah adalah unit terkecil yang menghadirkan lingkungan harmonis serta kelompok masyarakat yang Qaryah Thayyibah,” ujar Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd.
Menurut Eny, ketahanan keluarga ‘Aisyiyah adalah kunci utama membangun peradaban yang kokoh. Ia menekankan bahwa setiap langkah kader harus berbasis data lapangan. Hal ini penting agar bantuan memberikan dampak nyata bagi keluarga sasaran.
Peluncuran Mubalighot Penggerak Desa
PWA Jawa Tengah meluncurkan 109 Mubalighot sebagai aksi nyata. Mereka memiliki tugas khusus mengawal 10 program unggulan desa binaan. Program ini mencakup literasi digital hingga gerakan resik cahaya.
Ketua Panitia, Dr. Amiroh, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Fokus utamanya adalah pemberdayaan keluarga melalui pendampingan intensif di tingkat akar rumput. ‘Aisyiyah ingin memastikan ketahanan pangan dan kesehatan reproduksi tetap terjaga.

“Kami menyiapkan kader-kader yang siap turun langsung ke masyarakat demi mewujudkan Qaryah Thayyibah,” tegas Dr. Amiroh, M.Ag.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., juga menekankan pentingnya kemandirian finansial keluarga. Ia mendorong agar ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) bertransformasi menjadi budaya kultural di tingkat desa.
“Kita bangun desa sadar zakat sehingga zakat menjadi kultur kita sehari-hari, karena salah satu kekuatan dakwah kita adalah kekuatan finansial,” ujar Dr. KH. Tafsir, M.Ag.
Melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan, ‘Aisyiyah berharap dapat menciptakan dampak sistemik dalam upaya cegah stunting nasional. Dukungan dari berbagai mitra strategis mempertegas posisi ‘Aisyiyah. Organisasi ini kini menjadi penggerak keluarga sakinah Jawa Tengah yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Alafasy



