Berita

Kisah Naufal, Dalang Cilik Berbakat yang Pukau Penonton di Tengah Hujan Deras

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Di balik hujan deras yang mengguyur Pekalongan saat malam 10 Suro, suara lantang seorang bocah kelas 4 SD justru memecah kesunyian Aula Masjid Hj. Mutimah Dahlan. Naufal Absana Putra, sosok dalang cilik berbakat ini, berhasil memukau warga dan tokoh agama setempat lewat kepiawaiannya membawakan lakon Gatotkaca Jedhi, sebuah kisah tentang penempaan diri yang sarat akan nilai kehidupan.

Naufal bukan sekadar anak sekolah biasa. Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Wonosari ini menunjukkan kemahiran mendalang yang memukau. Keahlian ini ternyata mengalir deras dalam darahnya. Naufal mewarisi bakat seni dari ibunya yang berasal dari Boyolali. Ia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan dalang kondang Ki Joko Sunarno dan Ki Anggoro Dwi Sadono.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, antusiasme warga dan jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro tidak luntur sedikit pun. Mereka tetap terpaku menyaksikan aksi sang dalang cilik berbakat ini sepanjang pertunjukan.

Pesan Tauhid dalam Seni Pewayangan

Penampilan Naufal mendapatkan apresiasi khusus dari tokoh agama setempat, KH Salim Jufri. Beliau hadir langsung untuk menyaksikan pagelaran tersebut. Dalam kesempatan itu, KH Salim Jufri memberikan sebuah buku panduan pewayangan bernuansa Islami sebagai bentuk dukungan bagi masa depan Naufal.

KH Salim Jufri menekankan bahwa seni dan agama bisa berjalan beriringan. “Seni adalah fitrah. Islam tidak bertentangan dengan seni, akan tetapi seni harus membangkitkan ketauhidan,” ujar KH Salim Jufri. Beliau berharap Naufal tetap memegang teguh prinsip ini hingga dewasa nanti.

Beliau juga memberikan pesan penting bagi karier Naufal ke depan. “Saya berpesan kepada Nak Naufal, apabila nanti menjadi dalang profesional, jadilah dalang yang islami seperti almarhum Ki Kentus yang selalu mengangkat Islam,” ujar KH Salim Jufri. Pesan ini menjadi pengingat agar pelestari budaya Jawa muda ini tetap menjaga integritas moralnya.

Menjaga Ibadah di Tengah Karier

Selain urusan teknis mendalang, KH Salim Jufri menitikberatkan pada sisi spiritual seniman. Beliau mengingatkan bahwa popularitas tidak boleh menjauhkan seseorang dari kewajiban agama. Kedisiplinan beribadah menjadi fondasi utama seorang seniman agar karyanya memiliki keberkahan.

“Dan yang paling utama, jaga sholat, jadilah seniman yang tidak meninggalkan sholat,” tegas KH Salim Jufri. Nasihat ini menutup pertemuan dengan hangat, sekaligus menjadi bekal berharga bagi Naufal dalam meniti jalan sebagai seniman islami kebanggaan daerah.

Kontributor: Isa Anshori
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777