Berita

Lawan Abrasi Pantai Baros Bantul, Mahasiswa UNISA Tanam 1.500 Mangrove Pakai Teknik Guludan

PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA — Sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam menggunakan teknik guludan di kawasan pesisir Pantai Baros Bantul, Yogyakarta, oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Sabtu (20/6/2026) untuk membendung laju abrasi pantai Jogja yang kian mengancam ekosistem.

Aksi penyelamatan pesisir ini menggunakan pendekatan taktis yang berbeda dari biasanya. Langkah ini menjadi jawaban atas ancaman kerusakan ekosistem yang kian nyata di wilayah selatan Yogyakarta.

Mahasiswa menerapkan teknik guludan, yaitu sistem penanaman dengan membuat gundukan tanah yang ditinggikan. Metode khusus ini efektif untuk menyiasati area pesisir yang terus-menerus tergenang air dalam. Melalui cara ini, bibit mangrove dapat tumbuh optimal sekaligus langsung berfungsi sebagai benteng penahan ombak.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. M. Nurdin Zuhdi, menegaskan bahwa aksi ini memuat misi spiritual yang mendalam. Kampus ingin para mahasiswa bergerak melampaui sekat-sekat ruang kelas.

“Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” ujar Dr. M. Nurdin Zuhdi saat memberikan pengarahan di lokasi. Beliau menekankan program tersebut bukan sekadar tugas akademik biasa, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Kolaborasi Atasi Ancaman Abrasi Pantai Jogja

Kondisi Pantai Baros Bantul saat ini memang membutuhkan penanganan segera. Berdasarkan data makro, garis pantai di sepanjang Pantura Jawa saja sudah mengalami abrasi sebesar 65,8% pada periode 2000–2024. Di sisi lain, riset membuktikan bahwa hutan mangrove mampu mereduksi hingga lebih dari 70% potensi erosi pesisir.

Kerusakan yang terjadi dari tahun ke tahun mengancam mata pencaharian warga sekitar. Oleh karena itu, gerakan penanaman pohon mangrove berbasis komunitas ini langsung melibatkan masyarakat lokal. Warga setempat menyambut baik kehadiran para mahasiswa yang membawa solusi segar tersebut.

“Kami atas nama perwakilan masyarakat Dusun Baros mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi yang telah diberikan oleh mahasiswa/i UNISA Program Studi Manajemen 6A,” ujar Bapak Riko, perwakilan masyarakat setempat.

Bapak Riko menambahkan bahwa ribuan bibit tersebut menjadi harapan baru bagi ruang hidup mereka. “Semoga apa yang ditanam pada sore hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak serta manfaat bagi masyarakat, bagi alam sekitar, dan bagi keberlanjutan ekosistem,” lanjutnya.

Manfaat Hutan Mangrove Jangka Panjang

Selain menahan gempuran ombak, hutan mangrove ini memegang peran krusial dalam menyerap gas karbon dioksida. Kawasan konservasi mangrove Pantai Baros yang hijau nantinya akan memperbaiki kualitas udara dan menjaga struktur tanah dari interupsi air laut.

Project Fikih Hijau ini dirancang untuk memiliki dampak yang berkelanjutan. Generasi mahasiswa berikutnya diharapkan terus merawat 1.500 pohon yang telah tertanam sekaligus memperluas area penghijauan.

Kontributor: Nisa
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777