Pemanfaatan AI dalam Pendidikan Mulai Diterapkan Guru SMP Mutual Magelang untuk Tahun Ajaran Baru
PWMJATENG.COM, KOTA MAGELANG – Guru-guru SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang kini resmi mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna menciptakan metode mengajar yang lebih kreatif. Langkah inovatif ini meluncur dalam workshop persiapan tahun ajaran baru 2026/2027 yang berlangsung di Hotel Griya Persada Yogyakarta, Senin (22/06/2026).
Fokus utama dalam lokakarya tahun ini adalah mempersiapkan tenaga pendidik agar melek teknologi modern. Selain mengevaluasi program kerja, para guru fokus mendalami pengelolaan kelas berbasis metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math). Langkah ini menjadi strategi utama sekolah untuk menghadapi dinamika era digital.
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, menegaskan bahwa pengelolaan kelas merupakan nyawa utama pendidikan. Pola mengajar yang monoton hanya akan menjebak siswa dalam lingkaran lama yang membosankan. Model konvensional tersebut terbukti menutup ruang inovasi dan eksplorasi bagi anak didik.
“Pengelolaan kelas merupakan bagian dari nyawa pendidikan. Pembelajaran yang tidak menarik, akan membawa pendidikan yang tidak ideal. Melalui STEAM ini, diharapkan siswa akan menemukan pengalaman yang berharga dalam membawa dirinya menjadi generasi yang adaptif dan solutif,” ujar Ahmad Haryanto.
Penerapan Seni dan Teknologi AI di Ruang Kelas
Metode pembelajaran STEAM mengintegrasikan ilmu sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika secara laras. Kombinasi ini mendorong siswa untuk berpikir kritis serta aktif memecahkan masalah. Di samping itu, para guru juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan secara menyeluruh.
Teknologi kecerdasan buatan hadir sebagai pendukung utama guna menciptakan atmosfer belajar yang interaktif. Ahmad menambahkan bahwa mayoritas guru sebenarnya sudah akrab dengan teknologi digital. Namun, sekolah merasa perlu membekali mereka dengan penguasaan tool AI secara lengkap dan sistematis.
“Ini menjadi komitmen SMP Mutual sebagai sekolah unggulan yang dipilih oleh masyarakat. Kali ini kita maksimalkan untuk para pendidik dapat memanfaatkan teknologi AI sebagai supporting pembelajaran yang menarik dan menjadi alternatif kemudahan,” ulas Ahmad.
Tantangan Kompetisi dan Perubahan Mindset Guru
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan PNF PDM Kota Magelang, Edy Sucahyo. Dia mengingatkan bahwa posisi sebagai sekolah unggul saat ini tidak boleh membuat pihak sekolah terlena. Sekolah harus terus melahirkan inovasi baru sebagai pembeda utama dari para kompetitor.
Pernyataan senada datang dari Sekretaris PDM Kota Magelang, Salamun. Dia meminta seluruh tenaga pendidik untuk terus merawat iklim kerja yang kooperatif. Hubungan yang harmonis antar-staf menjadi kunci penting agar konsentrasi lembaga tidak terpecah oleh konflik internal yang merugikan.
“Pilihan sekolah hanya ada dua kondisi. Berinovasi dengan konsekuensi atau puas dengan saat ini dan pelan akan mati. Karena kompetitor kita bukan sekedar berjalan, namun berlari,” tegas Salamun.
Pada akhir sesi pembukaan, Koordinator Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Magelang, Yatino, memberikan peringatan penutup. Dia menekankan bahwa keberhasilan inovasi pembelajaran era digital ini sepenuhnya bergantung pada perubahan paradigma guru. Aksi nyata pasca-workshop menjadi indikator utama keberhasilan program kurikulum futuristik ini.
Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Alafasy



