Kolom

Menyentil Filosofi Jawa ‘Wis Wayahe’: Ketika Ego dan Jabatan Harus Tahu Kapan Saatnya Berhenti

Oleh: Ruli Alqodri Mustafa

Ada dua kalimat yang paling sering diucapkan orang Indonesia ketika menghadapi kenyataan. Pertama: “Masih ada waktu.” Kedua: “Kok sudah begini ya?”

Masalahnya, dua kalimat itu sering kali diucapkan oleh orang yang sama dalam fase kehidupan yang berbeda.

Barangkali karena alasan itulah, leluhur orang Jawa mewariskan sebuah frasa sederhana namun mematikan bagi segala bentuk penundaan dan kesombongan: “Wis wayahe.” Sudah saatnya.

Kalimat pendek ini hanya terdiri dari dua kata. Tetapi, daya dobrak spiritualnya mampu membuat seorang pejabat gelisah, seorang pengusaha merenung, dan seorang kakek tiba-tiba rajin melangkah ke masjid.

Mengenal Filosofi ‘Wis Wayahe’ dan Musim dalam Kehidupan

Sebab, “wis wayahe” bukan sekadar soal perputaran jam dinding atau angka di kalender. Ia adalah kesadaran kosmis bahwa hidup manusia memiliki musimnya masing-masing. Ada musim untuk menanam, ada musim untuk memanen. Ada musim untuk berlari kencang, ada pula musim untuk berhenti. Dan satu hal yang paling sering dilupakan oleh manusia modern: ada musim untuk melepaskan.

Kita hari ini hidup di zaman yang terus mendikte bahwa kesuksesan harus selalu bergerak naik. Karier harus terus meningkat, jabatan harus bertambah, dan jumlah pengikut di media sosial harus menumpuk. Bahkan setelah masa pensiun tiba pun, sebagian besar masih ingin diakui sebagai “tokoh nasional”. Seolah-olah hidup adalah tangga tanpa ujung yang harus dipanjat seumur hidup.

Padahal, alam raya selalu mengajarkan hal yang sebaliknya. Buah yang matang tidak akan terus menggantung di pohon, ia jatuh. Daun yang tua tidak akan mempertahankan rantingnya mati-matian, ia gugur. Hanya manusia yang sering menolak hukum alam ini dengan penuh percaya diri.

Filosofi ‘Sewidak’ dan Sentilan untuk Ego yang Menolak Tua

Dalam filosofi Jawa, usia enam puluh tahun disebut sebagai sewidak. Sebagian orang tua zaman dulu memaknai terminologi ini sebagai kerancuan puitis yang mendalam: “Sejatine wis wayahe tindak”—sesungguhnya sudah saatnya untuk pergi.

Tentu saja, pergi di sini bukan secara harfiah menuju liang lahat sambil menyeret koper pakaian. Ini adalah sebuah alarm spiritual. Pengingat mutlak bahwa hidup manusia memiliki batas waktu. Bahwa suatu saat, ambisi perlu belajar untuk pensiun sebelum fisik dan tubuh ini dipaksa pensiun oleh keadaan.

Sayangnya, banyak orang justru menjadi semakin sibuk ketika umur mereka semakin menua. Rambut boleh saja sudah memutih, tetapi nafsu terhadap jabatan masih hitam pekat. Lutut sudah mulai protes dan linu, tetapi ego masih ingin tampil gagah di barisan paling depan. Mungkin dalam fenomena ini, yang menua hanyalah angka usia, sementara kesadarannya belum sempat mengejar perkembangan umur.

Di sinilah frasa “wis wayahe” hadir menjadi kritik sosial yang sangat elegan. Ia tidak menyuruh kita untuk menyerah pasrah pada nasib. Ia hanya mengingatkan agar kita tahu kapan harus maju dan kapan harus memberi ruang bagi generasi berikutnya. Sebab, tidak semua yang memiliki kemampuan harus terus memimpin. Kadang kala, kebijaksanaan tertinggi adalah tahu kapan saatnya berhenti.

Titik Temu Antara Keberanian Melangkah dan Seni Melepaskan

Ironisnya, sebagian besar manusia lebih takut kehilangan posisi jabatan daripada kehilangan waktu. Padahal, posisi bisa dicari dan dikonstruksikan lagi, sedangkan waktu tidak akan pernah bisa kembali.

Kita sering terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa menikmati masa kini. Kita menunda berbuat baik karena merasa belum waktunya, menunda meminta maaf karena merasa masih ada kesempatan, dan menunda beribadah karena merasa usia masih panjang.

Lalu suatu hari, kenyataan datang mengetuk pintu tanpa permisi. Ternyata yang habis bukan lagi kesempatan, melainkan waktu kita.

Karena itu, “wis wayahe” juga mengandung semangat bertindak yang nyata. Ia bukanlah filsafat kaum pemalas yang duduk termangu di warung kopi sambil berkata, “Nanti saja kalau sudah waktunya.” Tidak, justru sebaliknya.

Ketika proses sudah matang, ketika ilmu sudah cukup, dan persiapan sudah matang dilakukan, maka keberanian harus muncul. Jangan terlalu lama mengelus peta sampai Anda lupa untuk berangkat. Banyak mimpi gagal bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena terlalu lama diparkir di garasi keraguan.

Ada orang yang terus menunggu waktu yang tepat sampai waktunya lewat begitu saja. Ada pula yang menunggu segalanya sempurna sampai kesempatan itu menghilang. Maka, “wis wayahe” adalah titik temu yang indah antara kesabaran dan keberanian. Antara menunggu dan melangkah, serta antara menerima takdir dan mengupayakan perubahan.

Ia mengajarkan bahwa hidup bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling tepat dalam membaca waktunya. Pada akhirnya, kebijaksanaan bukanlah mengetahui segalanya. Kebijaksanaan tertinggi adalah mengetahui kapan harus memulai, kapan harus berhenti, dan kapan harus melepaskan.

Karena dalam hidup, ada saatnya mengejar dunia, dan ada saatnya dunia yang harus kita tinggalkan.

Ketika saat itu tiba, semoga kita tidak lagi berkata, “Andai masih ada waktu.” Melainkan mampu tersenyum tenang, menghela napas syukur, dan berkata:

“Alhamdulillah… wis wayahe.”

Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777