Berita

Cegah Trauma Pasca-Krisis, ‘Aisyiyah Banyumas Bagikan Tips Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga

PWMJATENG.COMBANYUMAS – Pakar psikologi kebencanaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mendesak penguatan mitigasi bencana berbasis keluarga guna mengatasi lonjakan trauma akibat cuaca ekstrem dalam seminar hybrid di Aula Abu Dardiri PDM Banyumas, Ahad (14/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh LPPA dan LLHPB PDA Banyumas dalam rangka Milad ‘Aisyiyah ke-109 ini mengenalkan metode pendampingan psikososial korban bencana yang mudah dipraktikkan oleh orang tua.

Pakar psikologi kebencanaan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo, M.Si., memperkenalkan metode Psychological First Aid (PFA) yang sangat praktis. Langkah awal ini bertumpu pada rumus sederhana, yaitu 3A (Amati, Ajak Bicara, Ajak Berkegiatan) dan 3L (Look, Listen, Link). Langkah darurat tersebut terbukti efektif membantu menenangkan korban yang mengalami syok akibat bencana alam.

“Seminar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga forum untuk memperkuat aksi nyata berbasis nilai-nilai Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Ketua Panitia, Dr. Anis Shofiyani. Langkah edukasi berkelanjutan ini menjadi tameng utama warga dalam menghadapi ancaman krisis iklim yang makin nyata.

Pentingnya Mitigasi Bencana Berbasis Keluarga

Ancaman pemanasan global kini bukan lagi sekadar prediksi masa depan. Oleh karena itu, masyarakat harus segera menggeser fokus dari tindakan responsif saat bencana menjadi tindakan preventif yang dimulai dari dalam rumah. Pola asuh dan edukasi dini di lingkungan rumah tangga memegang peranan krusial dalam menyelamatkan jiwa saat kondisi darurat.

Wakil Ketua PDA Banyumas, Ratifah, S.ST., M.Kes., menegaskan bahwa isu lingkungan dan kebencanaan merupakan tanggung jawab keumatan yang mendesak. Sinergi seluruh anggota keluarga menjadi modal penting dalam membangun ketangguhan komunitas yang berkelanjutan di wilayah rawan bencana.

“Perubahan iklim bukan lagi sekadar prediksi masa depan, tetapi realitas yang kita hadapi saat ini. Karena itu, ‘Aisyiyah harus mengambil peran yang lebih strategis, tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga membangun ketangguhan masyarakat sebelum bencana datang,” tegas Ratifah.

Kolaborasi Eco-Jihad dan Pendampingan Psikososial

Ketua LPPA PDA Banyumas, Dr. Elis Puspitasari, M.Si., menambahkan bahwa krisis iklim berkaitan erat dengan keadilan gender. Perempuan sering kali menjadi kelompok yang paling rentan terdampak bencana. Meski demikian, kelompok perempuan juga menyimpan potensi besar sebagai agen perubahan melalui gerakan inovatif di tingkat akar rumput.

Gerakan penyelamatan lingkungan ini membutuhkan transformasi paradigma menuju aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan. Integrasi antara nilai keislaman dan kepedulian sosial melahirkan konsep gerakan komprehensif untuk melindungi kelestarian bumi secara berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan adalah amanah kekhalifahan, sedangkan membantu korban bencana merupakan implementasi nyata spirit Al-Ma’un dalam kehidupan,” ungkap Elis. Filosofi bergerak ini menginspirasi lahirnya program filantropi hijau serta penguatan komunitas perempuan di berbagai wilayah Banyumas.

Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Global

Ketua LLHPB PDA Banyumas, Ir. Ari Widayati, menjelaskan bahwa tantangan lingkungan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pihaknya terus mendorong penguatan jejaring hingga tingkat ranting untuk melatih kesiapsiagaan bencana secara mandiri. Langkah taktis ini bertujuan menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan dari hulu ke hilir.

Melalui seminar interaktif ini, para peserta mendapatkan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah mandiri dan mitigasi bencana berbasis komunitas. Inisiatif lokal tersebut diharapkan mampu menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat cuaca ekstrem. Komitmen ini menegaskan peran nyata gerakan perempuan Islam dalam menjaga ketahanan ekologi dan psikologi masyarakat secara luas.

Kontributor: Rhani
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777