Berita

Hindari Aturan Formalitas, Rahima Audit Ketat SOP PPKS Pesantren

PWMJATENG.COM, SUKOHARJO – Evaluasi terbuka langsung menguji komitmen pelindungan institusi pendidikan agama sekaligus mengikis sekat hierarki antara kiai dan santri. Berangkat dari semangat tersebut, Rahima menggandeng Pondok Muhammadiyah Shiratunnajah dan PDNA Sukoharjo untuk memotret kendala implementasi SOP PPKS Pesantren di lapangan. Dalam praktiknya, agenda ini menjadi fondasi kuat bagi pencegahan kekerasan seksual di Solo pada Rabu (10/6/2026).

Terkait hal ini, Direktur Rahima, Bu Nyai Pera, menegaskan komitmen nyata dalam menciptakan ruang aman bagi semua pihak. Secara spesifik, ia menolak pandangan bahwa pembuatan aturan PPKS cukup berhenti pada pemenuhan aspek administratif semata. Oleh sebab itu, monitoring dan evaluasi wajib berjalan rutin guna mengukur efektivitas secara faktual.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi sarana mendengarkan suara semua pihak yang terlibat langsung. Tujuannya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua,” ujar Bu Nyai Pera.

Sebagai wujud nyata, langkah strategis ini melibatkan sepuluh peserta dari berbagai unsur. Mulai dari pimpinan pondok, staf pengajar, Satuan Tugas (Satgas) PPKS, hingga perwakilan santri duduk bersama mengurai persoalan. Bersama-sama, mereka membedah tantangan sekaligus mencari peluang penguatan pelindungan secara terbuka.

Pendekatan Santai untuk Isu Sensitif

Berbeda dari rapat formal pada umumnya, evaluasi ini berlangsung santai di sebuah kedai kopi Kota Solo. Untuk mencairkan suasana, dua fasilitator Rahima membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil. Hasilnya, metode tersebut efektif memecah kekakuan komunikasi hierarkis khas lembaga pendidikan.

Dengan demikian, setiap individu, termasuk santri, mendapat ruang setara untuk berbicara bebas. Bahkan, mereka leluasa membagikan pengalaman nyata maupun gagasan konstruktif. Pendekatan partisipatif seperti ini sangat esensial dalam menyusun strategi pencegahan kekerasan seksual yang lebih komprehensif.

“Ruang aman dibangun bersama. Evaluasi ini penting agar SOP tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar hidup dan mampu melindungi seluruh warga lembaga,” ujar Bu Nyai Pera menambahkan pesannya.

Mewujudkan Pesantren Ramah Anak

Pada akhirnya, evaluasi berkesinambungan memastikan setiap elemen memahami perannya masing-masing. Terlebih lagi, kolaborasi lintas unsur menjadi kunci utama keberhasilan program pelindungan ini. Sejalan dengan itu, pendidik, satgas, dan santri bersinergi membangun ekosistem pendidikan yang inklusif serta berkeadilan.

Oleh karenanya, Rahima berharap sinergi bersama PDNA Sukoharjo ini terus menguatkan komitmen institusi. Bagaimanapun juga, penerapan SOP PPKS Pesantren secara konsisten menjadi syarat mutlak pelindungan. Ke depannya, inisiatif progresif ini memikul target besar untuk mewujudkan pesantren ramah anak yang sepenuhnya aman bagi seluruh warga belajar.

Kontributor: PDNA Sukoharjo
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacor