Berita

Kisah Inspiratif 4 Santri Teladan Almatera: Bukti Sukses Pendidikan Karakter di Tengah Disrupsi

PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG – Sebanyak 261 santri Almatera Temanggung resmi dilepas dalam Khutbah Wada’ Angkatan XLI, dengan memberikan penghargaan khusus kepada empat santri teladan yang dinilai memiliki integritas luar biasa dalam berakidah dan berakhlak mulia di tengah arus tantangan zaman.

Prosesi Khutbah Wada’ di Gedung Pemuda Kowangan, Temanggung, menjadi puncak perjuangan bagi 261 santri. Mereka resmi menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah (Almatera) Temanggung, mulai dari jenjang MTs, SMP, hingga SMK dan MA.

Kemeriahan acara menyambut para tamu sejak awal pembukaan. Santri tampil memukau saat mendemonstrasikan keahlian bela diri Tapak Suci dan pementasan drama yang menghibur ratusan hadirin.

Menjaga Fondasi Keimanan

Mudirul Ma’had Almatera, Syamsuri Adnan, memberikan pesan krusial bagi para lulusan. Ia menekankan pentingnya setiap santri menjaga nilai-nilai yang selama ini mereka pelajari di pesantren.

“Jangan sampai fondasi keimanan, ibadah, dan akhlakul karimah yang telah dibangun di pondok tidak dijiwai dan dipegangi. Apabila fondasi tersebut runtuh, hal ini akan menjadi kerugian besar di dunia maupun di akhirat,” ujar Syamsuri Adnan.

Selanjutnya, Syamsuri menyampaikan apresiasi tinggi kepada para wali santri atas kepercayaan mereka. Ia berharap para lulusan terus berkontribusi nyata bagi masyarakat sebagai kader umat yang unggul.

Jejak Prestasi Santri Teladan

Suasana berubah menjadi haru ketika panitia mengumumkan penerima penghargaan santri teladan tahun ajaran 2025/2026. Predikat bergengsi ini jatuh kepada empat santri yang dinilai memiliki karakter dan prestasi paling menonjol.

Adapun penerima penghargaan tersebut adalah Ridhwan Fajri Mudzakir (MTs), Arkan Aufa Azzaidan (MA), Alfafa Rahma Zuhaira (SMK), dan Bintang Kamil El Shidqi (SMP Muhammadiyah Kaliabu). Mereka kini menjadi representasi keberhasilan pendidikan karakter di lingkungan Almatera.

Semangat “Rakus” Ilmu

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) turut hadir memberikan tausiyah inspiratif. Ia menyoroti tantangan zaman yang penuh disrupsi bagi para generasi muda saat ini.

“Mereka yang beruntung adalah orang yang rakus terhadap ilmu dan tidak pernah merasa cukup dengannya. Sebaliknya, orang yang rakus terhadap dunia tidak akan pernah merasa kenyang,” tegas Ketua PWM DIY sembari mengutip hadis riwayat Al-Hakim.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para wisudawan sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Akhirnya, mereka diharapkan tetap memegang teguh identitas sebagai santri yang berwawasan luas dan berakhlak mulia.

Kontributor: Reee
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/