MPR RI Goes to Campus di UMS Bahas Urgensi Transisi Energi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan MPR RI Goes to Campus bertema “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim”, Selasa (28 April 2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Dr. H. Syamsudin, Lantai 8 Gedung Ahmad Syafii Maarif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS. Acara ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., sebagai pembicara utama.
MPR RI Goes to Campus di UMS
Kegiatan MPR RI Goes to Campus di UMS diikuti lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai program studi. Sebagian besar peserta berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir. Mereka mendapatkan materi mengenai isu energi, perubahan iklim, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyapa mahasiswa dengan penuh semangat. Sapaan interaktif tersebut disambut meriah oleh para peserta.
Ia mengajak mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Manajemen, Akuntansi, Studi Pembangunan, dan Bisnis Digital, untuk aktif mengikuti kuliah kebangsaan tersebut.
“Kehadiran Wakil Ketua MPR RI merupakan kesempatan berharga bagi kalian untuk belajar langsung dari praktisi nasional yang berpengalaman di bidang legislatif dan kebijakan publik,” ujarnya.
Transisi Energi Dinilai Penting
Prof. Harun menyampaikan bahwa tema energi sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, energi memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.
Namun, energi juga dapat memicu persoalan apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kesadaran tentang penggunaan energi yang bijak perlu terus ditanamkan, termasuk kepada mahasiswa.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan budaya dalam penggunaan energi. Salah satunya dengan menghindari perilaku boros dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, UMS berharap terjalin sinergi lebih kuat antara dunia akademik dan lembaga negara. Sinergi tersebut diperlukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan energi di masa depan.
Eddy Soeparno Soroti Krisis Iklim
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, menegaskan bahwa krisis iklim merupakan realitas global yang tidak dapat diabaikan.
Menurutnya, persoalan perubahan iklim membutuhkan penanganan segera dan melibatkan banyak pihak. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mempercepat transisi energi secara terencana.
“Potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, diperlukan transisi energi yang terencana untuk menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Eddy Soeparno.
Ia juga mengingatkan adanya paradoks energi di Indonesia. Di satu sisi, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Namun di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada impor untuk kebutuhan energi tertentu.
Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya transisi energi. Generasi muda juga didorong untuk mengambil peran dalam mendukung kebijakan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy



