Berita

Hanum Rais Ajak Mahasiswa Jadi Generasi “Coconut” pada Milad ke-62 IMM FIK UMS

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Drg. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A., mengajak generasi muda menjadi pribadi tangguh dan berkarakter dalam Seminar Inspirasi Milad ke-62 IMM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (12/4).

Kegiatan yang digelar di Auditorium Djazman, Kampus 1 UMS itu mengusung tema “Healing the Nation: Perempuan, Empati, dan Transformasi Peradaban di Tengah Arus Globalisasi.”

Dalam paparannya, Hanum menekankan pentingnya mahasiswa sebagai agen perubahan yang tetap memiliki identitas, karakter, dan ideologi kuat di tengah era disrupsi. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya mengikuti tuntutan orang lain atau sekadar larut dalam tren media sosial.

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan tidak selalu menentukan jalan karier secara mutlak. Namun, pendidikan tetap penting untuk membantu seseorang mengenali potensi, minat, dan arah hidupnya.

Menurut Hanum, passion dapat dikenali dari hal yang disukai, dikuasai, dan memberi nilai penghargaan bagi diri seseorang. Karena itu, mahasiswa perlu memahami kemampuan dirinya agar dapat menentukan langkah secara lebih tepat.

Selain itu, Hanum menyoroti pentingnya berpikir kritis. Ia menyebut pendidikan berperan membentuk pola pikir yang sistematis, yang kemudian menjadi dasar lahirnya sikap kritis dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia menilai anak muda perlu menghadapi proses, tantangan, dan kegagalan sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Namun, menurutnya, kerja keras saja tidak cukup tanpa disertai cara berpikir yang kritis.

Kepada para perempuan muda, Hanum juga mendorong agar berani bermimpi dan menentukan pilihan hidupnya sendiri, termasuk dalam pendidikan dan karier. Ia mengingatkan agar perempuan tidak mudah tertekan oleh stigma sosial yang membatasi masa depan mereka.

Di akhir sesi, Hanum menyampaikan pesan agar generasi muda menjadi generasi coconut, bukan generasi strawberry. Ia menggambarkan strawberry sebagai sesuatu yang tampak menarik dari luar, tetapi mudah rapuh saat jatuh. Sebaliknya, coconut atau kelapa dinilai lebih tangguh, kuat menghadapi benturan, dan tetap memberi manfaat.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa generasi muda perlu membangun daya tahan, karakter, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan di tengah tantangan global yang terus berubah.

Kontributor: Choiril
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/