Sinergi Nasional dan Revitalisasi Pendidikan, Pemerintah Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

PWMJATENG.COM, JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmennya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan kebijakan, peningkatan kesejahteraan dan tata kelola guru, serta revitalisasi satuan pendidikan di berbagai daerah. Komitmen itu mengemuka dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 serta pelaksanaan program revitalisasi pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka pameran Konsolnas 2026 di Depok sebagai ruang kolaborasi dan inspirasi antarsatuan kerja serta mitra pendidikan. Pameran itu menjadi wadah untuk menampilkan capaian inovasi dan praktik baik dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari direktorat jenderal hingga badan pendukung. Menurut dia, pameran ini bukan hanya menampilkan hasil kerja, tetapi juga memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan.
Konsolnas 2026 Perkuat Sinergi Pendidikan
Melalui forum Konsolnas, pemerintah juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mengelola guru sebagai elemen kunci pendidikan. Deputi Kementerian PANRB, Aba Subagja, menyebut pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
“Keseimbangan antara peran guru, kesejahteraan, serta capaian output dan outcome pendidikan harus terus dijaga,” ujar Aba. Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait distribusi dan pengembangan kompetensi guru di berbagai daerah.
Menurut Aba, pemerintah terus membenahi tata kelola guru secara menyeluruh, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier. Ia menegaskan, penyelesaian persoalan guru membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan keterbukaan serta pemahaman bersama sebagai kunci.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara, Rahman Hadi, mengungkapkan bahwa secara nasional jumlah guru telah mencukupi. Berdasarkan data per 1 Februari 2026, sekitar 34 persen dari total ASN merupakan guru, dan lebih dari 49 ribu ASN guru turut mengajar di sekolah swasta.
Rahman menambahkan, pemerintah telah menyiapkan proyeksi pensiun guru hingga 2030 yang mencapai sekitar 357 ribu orang. Proyeksi itu menjadi dasar penting dalam perencanaan kebutuhan guru agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal di seluruh daerah.
Rekomendasi Strategis dari Sembilan Komisi
Konsolnas 2026 juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis dari sembilan komisi yang membahas isu pendidikan secara komprehensif. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin.
“Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi ruang untuk mengevaluasi dan merencanakan kebijakan serta aksi nyata agar kita dapat mewujudkan amanat konstitusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama tiga hari pelaksanaan, peserta telah menyamakan arah kebijakan dan berbagi pengalaman antara pemerintah pusat dan daerah. Dari forum itu terbangun kesepahaman bersama terkait program prioritas pendidikan serta penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.
Suharti menambahkan, rekomendasi yang dihasilkan merupakan praktik baik yang telah berjalan di berbagai daerah. Ia berharap hasil tersebut dapat menjadi acuan bersama dalam memperkuat kebijakan pendidikan di tingkat pusat maupun daerah.
Revitalisasi Satuan Pendidikan Dipercepat
Sejalan dengan penguatan kebijakan, pemerintah juga menjalankan langkah konkret melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan program tersebut di Lamongan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana.
Ia menyatakan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari prioritas nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul. “Ini merupakan program prioritas Presiden dalam rangka mewujudkan generasi yang unggul,” katanya.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada 2025 untuk pembangunan pendidikan. Anggaran itu mencakup pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas, perpustakaan, hingga laboratorium di lebih dari 16 ribu satuan pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan, sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran. Karena itu, revitalisasi pendidikan dipandang sebagai bagian penting dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.
Teknologi, Karakter, dan Gizi Anak
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui penggunaan papan interaktif digital di ratusan ribu satuan pendidikan. Program itu disertai pelatihan guru serta penyediaan materi pembelajaran digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Upaya peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, termasuk pelatihan, pembelajaran koding dan kecerdasan buatan, serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris.
Di bidang karakter, pemerintah menjalankan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria sebelum kegiatan belajar dimulai. Program itu mencakup menyanyikan lagu kebangsaan, senam, dan doa bersama untuk menanamkan nilai nasionalisme, kesehatan, dan spiritualitas. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebijakan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bentuk penguatan nilai kebangsaan di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Abdul Mu’ti menyebutkan, lebih dari 49 juta peserta didik telah menerima manfaat program tersebut. “Program ini memberikan manfaat besar bagi peserta didik karena mendukung kesehatan serta meningkatkan semangat belajar anak-anak di sekolah,” ujarnya.
Rangkaian kebijakan dan program tersebut menunjukkan bahwa upaya menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua tidak bertumpu pada satu aspek saja. Pemerintah menegaskan, kolaborasi lintas sektor, penguatan sumber daya manusia, dan dukungan infrastruktur menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Editor: Al-Afasy



