Berita

Gathering Mahasiswa Internasional UMS Perkuat Persatuan dan Kehangatan Ramadan

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar International Student Gathering pada Selasa, 17 Maret 2026, di Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat kebersamaan mahasiswa internasional UMS, khususnya dalam momentum Ramadan.

Acara dipandu Sekretaris Universitas, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., dan dihadiri Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan pesan kehangatan kepada mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di UMS.

Harun menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa internasional. Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, dan negara asal justru dapat menjadi kekuatan jika dirangkai dalam semangat kebersamaan.

“Perbedaan itu kita rangkai menjadi kekuatan, menjadi pilar untuk membangun. Hanya dengan kebersamaan, kita bisa mengurangi potensi konflik, baik horizontal maupun vertikal,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa internasional menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian hati dan pikiran, serta memperkuat keikhlasan dalam beramal dan bergaul. Bahkan, Harun membuka pintu rumahnya bagi mahasiswa yang tidak memiliki keluarga di Indonesia untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama.

“Bagi yang tidak ada saudara di Indonesia, silakan datang ke rumah saya. Saya ini menggantikan orang tua Anda selama di sini,” ungkap Harun.

Selain itu, rektor juga menginisiasi agenda cooking together sebagai bentuk kedekatan informal antara mahasiswa internasional dan pimpinan universitas.

Sementara itu, Kepala Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansyur, Muamaroh, M.Hum., Ph.D., dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Ramadan merupakan proses pendidikan yang menyeluruh, baik secara spiritual, mental, maupun sosial.

Ia menjelaskan bahwa puasa melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut bersifat universal dan dapat diterapkan oleh seluruh manusia, tidak hanya umat Islam.

“Ramadan adalah proses pendidikan komunitas. Kita dilatih menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, dan berakhlak. Kejujuran dan ketulusan adalah ‘mata uang’ yang berlaku di mana pun,” jelasnya.

Muamaroh juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, mengendalikan emosi, serta memperbanyak sikap memaafkan sebagai ciri pribadi bertakwa. Selain itu, mahasiswa internasional didorong memanfaatkan masa studi di Indonesia secara maksimal, termasuk berkontribusi membawa nama baik UMS di tingkat global.

“Jadilah duta UMS. Ikuti kompetisi, presentasi, dan bawa nama UMS ke tingkat internasional,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu mahasiswa internasional asal Pakistan, Muhammad Rehan Sabir, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini memberi kehangatan tersendiri bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga.

“Ini adalah malam yang sangat menyenangkan. Jauh dari rumah, acara seperti ini membuat kami merasa terhubung dan tidak sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti buka bersama yang diselenggarakan UMS sangat membantu mahasiswa internasional dalam membangun rasa kebersamaan dan beradaptasi di lingkungan baru.

Menurut Rehan, Ramadan di Indonesia juga memiliki keunikan tersendiri, terutama dari sisi kuliner dan keramahan masyarakat.

“Makanan Indonesia sangat istimewa, salah satu favorit saya adalah sate. Selain itu, masyarakat Indonesia sangat ramah terhadap orang asing,” katanya.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/