FK Unimus Gelar Angkat Sumpah Dokter ke-44, Luluskan 51 Dokter Baru

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (FK Unimus) menggelar prosesi Angkat Sumpah Dokter ke-44 pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II ini diikuti oleh 51 dokter baru.
Prosesi sumpah dokter dipimpin oleh Ketua Senat sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Unimus Dr. dr. Aisyah Lahdji, M.M., MMRM., FISHPH., FISCM.
Acara tersebut turut dihadiri Rektor Unimus Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar, SKM., M.Sc., M.Si., perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah dr. Samsudin, M.Kes., Direktur RS Unimus dr. Riza Setiawan, MOSH, Wakil Direktur Pelayanan RS Tugu dr. Setya Dipayana, Sp.A, serta Direktur RS Roemani Sigit Budiarto, SE, bersama jajaran pimpinan universitas dan keluarga lulusan.
Total Lulusan Capai 815 Dokter
Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa hingga periode ke-44 ini, FK Unimus telah meluluskan 815 dokter.
Sebanyak 764 dokter merupakan lulusan periode pertama hingga ke-43, sedangkan 51 dokter lainnya merupakan lulusan periode ke-44.
Para dokter lulusan Unimus telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kelulusan dokter periode ini juga didasarkan pada hasil Tim Adhoc Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) melalui surat nomor 015/TIMADCHOC/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025.

Perjalanan Panjang Menjadi Dokter
Perwakilan lulusan, dr. Vina Shofiatul Izzah, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan mereka pada momen sakral tersebut.
“Hari ini kami membawa banyak cerita tentang usaha dan doa yang tak pernah lelah dipanjatkan. Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi penanda bahwa perjalanan panjang kami kini bertransformasi menjadi tanggung jawab besar kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi seorang dokter bukanlah proses instan. Perjalanan tersebut ditempuh melalui berbagai proses pembelajaran, latihan, dan tantangan yang akhirnya berbuah pada pencapaian hari ini.
Pesan Moral dalam Sumpah Dokter
Dekan FK Unimus Dr. dr. Aisyah Lahdji menyampaikan bahwa prosesi angkat sumpah dokter merupakan kebanggaan sekaligus pencapaian penting bagi fakultas.
“Pada periode ke-44 ini FK Unimus kembali meluluskan 51 dokter baru sehingga total lulusan mencapai 815 dokter. Capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk rumah sakit pendidikan utama dan rumah sakit jejaring,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada FK Unimus.
Menurutnya, menjadi dokter tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga akhlak yang baik, empati, integritas, serta dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
“Jadikan setiap langkah menolong orang lain sebagai ladang ibadah,” pesannya.
Pengembangan Pendidikan Kedokteran
Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi menyampaikan bahwa prosesi sumpah dokter kali ini menjadi momentum istimewa karena berlangsung pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
“Hari ini merupakan hadiah terindah bagi para orang tua karena putra-putrinya diangkat sumpah menjadi dokter,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi capaian FK Unimus yang berhasil meluluskan 51 dokter dengan tingkat kelulusan 100 persen tanpa retaker pada ujian kompetensi nasional.
Selain itu, Unimus terus mengembangkan pendidikan kedokteran dengan membuka program pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin).
Ke depan, Unimus juga merencanakan pembukaan program spesialis saraf dan anestesi.
Dalam pengembangan layanan kesehatan, Rumah Sakit Unimus juga telah menjalin kerja sama internasional dengan Royale Hospital Guangzhou, Tiongkok, khususnya dalam penanganan kanker dengan pendekatan holistik.
Melalui prosesi angkat sumpah ini, para dokter baru diharapkan mampu mengabdikan diri secara profesional, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Editor: Al-Afasy



