Berita

Dosen FK UMS Jelaskan Pentingnya Vaksinasi untuk Lindungi Diri dan Komunitas

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, M.Sc., Sp.PD-KPTI, FINASIM., menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai upaya melindungi diri dari penyakit menular sekaligus menjaga kekebalan komunitas.

Iin menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki dua jenis kekebalan, yakni imunitas alami dan imunitas yang didapat. Imunitas alami dimiliki tubuh yang sehat dan bekerja saat terpapar patogen seperti virus atau bakteri.

“Kalau orang itu sehat, ketika terkena paparan patogen, maka tubuh akan mampu melawannya. Orang yang sehat disebut imunokompeten, artinya sistem imunnya bagus dan tidak mudah sakit,” jelasnya, Rabu (11/3/2026).

Namun, tidak semua orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Pada kelompok tertentu, seperti lansia atau penderita penyakit kronis, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Selain imunitas alami, kata dia, manusia juga dapat memperoleh imunitas setelah sembuh dari suatu penyakit. Saat seseorang pernah terinfeksi dan pulih, tubuh akan membentuk memori imun terhadap penyakit tersebut.

Vaksinasi Bantu Cegah Penyakit Menular

Menurut Iin, imunitas juga bisa diperoleh melalui vaksinasi. Vaksin menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit menular dan mengurangi risiko gejala berat bila seseorang tetap terinfeksi.

“Namun ada penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Harapannya, pertama kita tidak terkena penyakit tersebut. Kedua, jika pun terkena, gejalanya menjadi lebih ringan. Jadi tujuan vaksin adalah mencegah terjadinya penyakit atau jika terkena, penyakitnya tidak berat dan bisa cepat sembuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, vaksin bekerja dengan menstimulasi tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap patogen tertentu, baik virus maupun bakteri. Dengan begitu, tubuh dapat memberikan respons imun yang lebih cepat saat terpapar penyakit yang sama di kemudian hari.

Menurutnya, vaksinasi sangat penting terutama untuk penyakit yang penyebarannya cepat dan luas, serta berpotensi menimbulkan wabah hingga pandemi.

“Pada orang-orang dengan kondisi tubuh yang lemah, angka kematian menjadi lebih tinggi. Di situlah pentingnya vaksinasi,” kata Iin.

Membentuk Kekebalan Komunitas

Selain melindungi individu, vaksinasi juga berperan dalam membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Ketika cakupan vaksinasi meningkat, risiko penularan penyakit di dalam komunitas akan menurun.

“Dengan vaksin, kita mendapatkan imunitas untuk diri sendiri dan juga imunitas komunitas. Artinya jika semakin banyak orang yang divaksin, maka komunitas tersebut akan semakin terlindungi. Ini juga melindungi orang-orang yang belum bisa divaksin. Itulah tujuan vaksinasi,” tekannya.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis vaksin. Sebagian menggunakan patogen yang dilemahkan untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh. Namun, penggunaannya tidak diberikan kepada semua orang dan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Selain itu, ada pula vaksin yang dikembangkan dengan teknologi genetika dan biologi molekuler. Jenis vaksin ini tidak menggunakan virus hidup, melainkan bagian tertentu dari patogen yang dapat memicu respons imun.

“Vaksin jenis ini bisa diberikan kepada hampir semua orang, hanya saja disesuaikan dengan usia atau kelompok tertentu,” tambahnya.

Edukasi Jadi Kunci Hadapi Antivaksin

Di Indonesia, sejumlah vaksin telah masuk dalam program imunisasi wajib, seperti campak, DPT, polio, BCG, dan hepatitis B. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kejadian penyakit menular.

Meski demikian, Iin mengakui gerakan antivaksin masih menjadi tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Karena itu, pendekatan edukatif dinilai lebih penting daripada perdebatan.

“Kita harus fokus pada solusi, bukan konflik. Hindari perdebatan yang keras. Jika mereka belum bisa menerima penjelasan, kita bisa melibatkan pihak lain yang lebih dipercaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa informasi tentang vaksin perlu disampaikan berdasarkan data ilmiah dan hasil penelitian. Edukasi dapat dilakukan melalui kegiatan komunitas, seminar, workshop, hingga pemanfaatan media sosial secara bijak.

Melalui pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar yang lebih rentan terhadap penyakit.

Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/