UMS Jalin Kerja Sama dengan Sekolah Selangor Malaysia untuk Program Pencegahan Bullying

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah Sungai Besar, Selangor, Malaysia. Kerja sama ini difokuskan pada program pencegahan bullying dan penguatan pendidikan Islam di lingkungan sekolah.
Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi. Dari pihak UMS, Prof. Supriyono, Ph.D., menandatangani dokumen kerja sama. Ketua Pengabdian UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., kemudian menyerahkan dokumen tersebut kepada pihak sekolah.
Sementara itu, Pengetua Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah, Nor Hawani binti Harun, menerima dokumen kerja sama tersebut. Kedua institusi sepakat menjadikan MoU ini sebagai payung berbagai program akademik dan sosial.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya UMS memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Selain itu, kolaborasi ini mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
Program Pencegahan Bullying
Sebagai langkah awal, UMS melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pencegahan Bullying: Pendekatan Edukasi dan Psikososial di SAM Tengku Ampuan Jamaah Sungai Besar Selangor Malaysia.”
Muh. Nur Rochim menjelaskan bahwa program ini menggabungkan edukasi karakter, literasi kesehatan mental, dan penguatan dukungan sekolah.
“Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh siswa,” kata Rochim, Senin (9/3).
Selain itu, tim UMS menggelar bengkel peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini membahas deteksi dini perundungan, manajemen kelas berbasis pendekatan psikososial, dan strategi pendampingan siswa.
Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan mampu mengenali tanda-tanda bullying sejak awal. Dengan demikian, guru dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada siswa.
Libatkan Siswa sebagai Agen Perubahan
Program ini tidak hanya menyasar tenaga pendidik. Sebaliknya, siswa juga dilibatkan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Tim UMS mengadakan berbagai kegiatan, seperti pelatihan kepemimpinan pelajar, simulasi empati, dan kampanye budaya saling menghormati. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.
Selain memperkuat karakter siswa, kegiatan ini juga mendukung pengembangan budaya sekolah yang positif.
Perkuat Kolaborasi Pendidikan Indonesia–Malaysia
Kerja sama ini sejalan dengan semangat Tridharma Perguruan Tinggi. Program pengabdian masyarakat dipadukan dengan pengembangan pendidikan serta penelitian terapan.
Sementara itu, Nor Hawani binti Harun menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama dengan UMS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolahnya.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini berkembang dalam bentuk riset bersama, pertukaran akademik, dan program pengabdian lanjutan,” ujar Nor Hawani.
Menurutnya, kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi komunitas pendidikan di Indonesia dan Malaysia.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



