Tabligh Akbar UMS: Wamen PPMI Ajak Mahasiswa Taklukan Pasar Kerja Global

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyemarakkan bulan suci melalui Tabligh Akbar #2 dalam rangkaian Gema Kampus Ramadan 1447 H. Acara yang digelar di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II UMS, Kamis (5/3), ini menghadirkan narasumber spesial, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen PPMI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom.
Mengangkat tema “Muda Berdaya Menuju Kemakmuran Bangsa”, kegiatan ini menekankan pentingnya integrasi antara kematangan spiritual dan kesiapan profesional generasi muda.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya mengajak mahasiswa mengubah paradigma Ramadan. Menurutnya, bulan suci harus menjadi momentum “pembersihan” di tiga lini utama.
“Kita jadikan Ramadan sebagai momentum pembersih pikiran agar jernih dalam menuntut ilmu, gerakan pensuci hati, serta ikhtiar untuk mengikhlaskan setiap amal ibadah kita. Fokus kita saat ini bukan lagi sekadar kuantitas, melainkan kualitas spiritual dan intelektual,” tegas Prof. Harun.
Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, memaparkan tiga kompetensi wajib bagi mahasiswa agar mampu bersaing di kancah dunia:
- Kompetensi Teknis: Keterampilan spesifik yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Kemampuan Bahasa: Syarat mutlak untuk mengisi ruang-ruang karier di luar negeri.
- Soft Skill & Adaptabilitas: Kemampuan berkomunikasi lintas budaya dan menjaga integritas di lingkungan baru.
“Jangan lelah untuk belajar, karena hanya belajar yang akan membuka pintu-pintu masa depan,” pesan Dzulfikar kepada ribuan mahasiswa yang hadir.
Momen haru sekaligus bangga menyelimuti acara saat Alfin Syaili Putra, mahasiswa Teknik Kimia asal Jambi, mendapatkan hadiah kursus bahasa Jerman langsung dari Wamen PPMI. Alfin, yang sebelumnya belajar bahasa Jerman secara mandiri sejak 2023, tak menyangka niatnya menghadiri kajian berbuah peluang studi ke Eropa.
“Alhamdulillah, awalnya hanya ingin ikut tabligh akbar. Ternyata Pak Wamen menawarkan kesempatan kursus bahasa Jerman. Ini langkah awal bagi saya untuk bisa berkarier sebagai Teknik Kimia di Jerman nanti,” ujar mahasiswa berusia 22 tahun tersebut dengan wajah sumringah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa masjid kampus bukan hanya pusat ibadah ritual, melainkan juga inkubator bagi masa depan cerdas generasi muda bangsa.
Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy



