Majelis Dikdasmen Jateng: Hizbul Wathan Adalah Benteng Terakhir Karakter Generasi Digital

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Arus globalisasi dan digitalisasi yang mengalir tanpa filter membawa ancaman nyata berupa degradasi karakter dan krisis moral bagi generasi muda. Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah, Sugiyono, menegaskan bahwa Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) memegang kunci strategis dalam menyelamatkan identitas bangsa.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil HW Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (28/2).
Sugiyono memaparkan bahwa tantangan saat ini bukan sekadar kecanggihan teknologi, melainkan pergeseran nilai luhur akibat budaya luar yang masuk secara masif. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk membangun fondasi agama dan nasionalisme yang kokoh.
“Era digital membawa perubahan besar, namun krisis moral adalah dampak yang harus kita sikapi serius. HW memiliki ideologi Islam yang kuat sebagai sistem kaderisasi berjenjang untuk mencetak kader yang berintegritas,” ungkap Sugiyono.
Lebih jauh, Sugiyono memproyeksikan HW tidak hanya sebagai organisasi lokal, tetapi sebagai representasi Islam Moderat di kancah internasional. Dengan jaringan nasional dan internasional yang luas, HW memiliki peluang besar dalam “diplomasi kepanduan dunia”.
“HW memiliki potensi menjadi kontributor aktif dalam isu lingkungan dan kemanusiaan global. Ini adalah bagian dari branding Islam Berkemajuan yang menjadi identitas Muhammadiyah di mata dunia,” tambahnya.
Kekuatan utama HW, menurut Sugiyono, terletak pada integrasi sistemik dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Tradisi kepemimpinan dan kedisiplinan yang telah mapan di tubuh HW menjadi modal utama untuk membentuk generasi yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri.
Melalui forum ini, seluruh kader HW Jawa Tengah diajak untuk memperkuat komitmen ideologis dan kapasitas kepemimpinan. Dengan langkah konkret dan terukur, HW diyakini mampu menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi bangsa dari dampak negatif arus globalisasi yang kian deras.
Editor: Al-Afasy



