Berita

Kritik Ikhwanushoffa di Safari Ramadan Cilacap: Jangan Semangat Haji Tapi Lalai Zakat

PWMJATENG.COM, CILACAP — Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Lazismu Kabupaten Cilacap pada Jumat (27/2) di Masjid Al Qomar menjadi momentum penting untuk merefleksi kembali kualitas keberagamaan umat. Dalam tausiyahnya, Ikhwanushoffa mengajak jamaah untuk naik kelas dari sekadar berstatus “beriman” menjadi pribadi yang “bertakwa”.

Mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18, ia menekankan bahwa takwa adalah manifestasi iman dalam bentuk amal nyata. “Iman harus diwujudkan dalam praktik. Takwa itu mempraktikkan amalan, termasuk memperhatikan bekal untuk hari esok,” ujarnya.

Ikhwanushoffa memberikan sorotan tajam pada fenomena umat Islam di Indonesia yang dinilainya belum tertib dalam menjalankan urutan rukun Islam. Ia melihat ada ketimpangan di mana masyarakat sangat bersemangat menunaikan ibadah haji, namun sering kali abai terhadap kewajiban zakat.

“Padahal dalam rukun Islam, setelah salat itu zakat dan puasa, baru kemudian haji. Mengapa zakat tidak dilatih sejak dini seperti kita belajar manasik haji? Ini adalah tantangan dakwah kita bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi gaya hidup konsumtif masyarakat yang lebih rela mengeluarkan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk resepsi pernikahan atau acara seremonial lainnya, namun merasa berat untuk bersedekah dalam jumlah besar.

“Untuk resepsi Rp100 juta orang ikhlas, bahkan dicari-cari dananya. Pertanyaannya, sudah pernahkah kita mengeluarkan sedekah sampai Rp20 juta dengan keikhlasan yang sama?” tanya Ikhwanushoffa secara retoris.

Ia mengajak jamaah untuk kembali kepada nilai-nilai Surah Al-Ma’un dan Ali Imran 133–134. Ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu melampaui ego pribadinya dan ringan tangan dalam berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit.

Menurutnya, jika energi dan dana yang selama ini terserap untuk kegiatan seremonial dialihkan secara tertib ke zakat dan sedekah melalui lembaga resmi, dampaknya akan sangat signifikan dalam mengentaskan kemiskinan. “Mari kita menjadi kaum muttaqin yang ringan berzakat dan berinfak sebagai jalan mencerahkan umat,” pungkasnya.

Kontributor: Rizky Maradona | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/