Doktor Baru UMS Gagas Media IPAS Hybrid Profetik: Solusi Asah Daya Kritis Siswa SD

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatatkan prestasi dengan melahirkan doktor baru. Dr. Naumi Fahma, M.Pd. resmi menyandang gelar tersebut usai mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Pengembangan Media Pembelajaran IPAS Hybrid Berbasis Profetik untuk Menumbuhkembangkan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar” pada Selasa (10/2/2026).
Dalam paparannya di Ruang Seminar Lt. 7 UMS, Dr. Naumi menawarkan kebaruan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Media yang dikembangkan berupa video animasi grafis yang mengintegrasikan model Natural Learning dan Open-Ended Learning.
“Kami mengembangkan enam tingkatan berpikir kritis yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak SD kelas 1 hingga 6. Tujuannya agar pembelajaran tidak lagi satu arah, melainkan lebih interaktif dan menantang daya pikir,” jelas Naumi.
Keunikan disertasi ini terletak pada penguasaan nilai-nilai profetik, khususnya Liberasi. Nilai ini diwujudkan melalui indikator kreativitas, kerja keras, dan rasa ingin tahu siswa. Kedepannya, Naumi berencana memperluas cakupan penelitiannya pada nilai humanisme dan transendensi.
Promotor disertasi, Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., memuji ketekunan Naumi. “Inovasi media IPAS Hybrid ini merupakan terobosan penting bagi pendidikan dasar, terlebih dengan keberanian mengintegrasikan nilai-nilai profetik dalam pengembangan kognitif siswa,” tuturnya.
Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mewakili Rektor UMS. Dalam sambutannya, Anam mengapresiasi sinergi antara UMS dan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA), tempat Naumi mengabdi. Capaian ini diharapkan menjadi awal tanggung jawab keilmuan yang lebih besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy



