Berita

Ngopi atau Numpuk Penyakit? Dosen Gizi UMS Bongkar Bahaya ‘Hidden Sugar’ di Balik Tren Coffee Shop

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Budaya nongkrong di coffee shop kini telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dari anak muda. Namun, di balik estetika interior dan aroma kopi, tersimpan risiko kesehatan yang mengintai. Salwa Alifa Bestari, S.Gz., M.Gz., Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyoroti bahwa tren ini berkontribusi pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker di usia produktif.

Dalam program UMS Insight, Senin (9/2), Salwa menjelaskan bahwa masalahnya bukan pada kopinya, melainkan pada Gula Tambahan dan Ultra Processed Food yang menyertainya.

Minuman kekinian seperti latte manis, kopi susu gula aren, hingga boba mengandung gula yang sangat tinggi. Konsumsi berlebih memicu peradangan kronis dan lonjakan insulin yang jika terjadi terus-menerus akan mengakibatkan resistensi insulin.

“Masalahnya, gula di minuman itu sering tidak terasa. Kita merasa ‘cuma minum’, padahal kalorinya setara satu piring makanan lengkap,” ujar Salwa. Satu gelas minuman manis bisa mengandung 20–35 gram gula, hampir mencapai batas maksimal harian (50 gram) yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI.

Salwa juga memperingatkan penggunaan krimer dan sirup sebagai “beban metabolik”. Krimer mengandung lemak nabati dan gula yang tidak terasa berminyak namun menambah beban kerja jantung dan ginjal. Kombinasi gula tinggi dan gaya hidup tidak sehat lainnya (seperti merokok/vaping) disebutnya sebagai “Double Kill” bagi kesehatan pembuluh darah.

Kabar baiknya, kebiasaan konsumsi gula bisa diubah. Salwa menjelaskan bahwa mikrobiota usus memiliki “memori”. Jika kita mulai mengurangi gula secara bertahap, usus akan beradaptasi dan keinginan untuk mengonsumsi yang manis-manis akan berkurang dengan sendirinya.

Tips Bijak Konsumsi Kopi bagi Anak Muda:

  1. Pilih Kopi Hitam Murni: Kopi tanpa gula kaya akan antioksidan polifenol yang baik untuk kognitif.
  2. Minta Less Sugar: Kurangi kadar gula atau gunakan pemanis alami seperti Stevia.
  3. Hindari Pendamping Manis: Batasi konsumsi dessert atau kue saat sedang ngopi.
  4. Deteksi Dini: Lakukan cek gula darah dan kolesterol secara berkala meski masih di usia muda.

“Bukan berhenti menikmati tren, tapi bijak memilih. Kita tetap bisa nongkrong, asal sadar apa yang kita masukkan ke dalam tubuh,” pungkas Salwa.

Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/