Berita

61 Guru dari Berbagai Daerah di Jateng dan DIY Ikuti Program PPG di UMP

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Untuk meningkatkan kualitas calon guru yang profesional, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dipercaya oleh pemerintah sebagai penyelenggara program Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG merupakan salah satu program yang dirancang oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

“Ada sekitar 61 peserta tetapi hanya 54 peserta yang lapor diri ke UMP, peserta PPG tersebar dari beberapa wilayah diantaranya dari Provinsi Yogyakarta ada Kulonprogo, Sleman, Bantul, Jawa Tengah ada Banyumas, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, Demak, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Boyolali,” kata Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad MH., dalam pembukaan dan kuliah umum Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan di ruang sidang FKIP, Kamis (8/2/2018).

Dia mengungkapkan dengan mendapatkan program PPG dari pemerintah. UMP sangatlah konsen dalam menyiapkan generasi emas di masa akan datang. “UMP menjawab dengan optimis, akan menjadi bagian solusi menjawab tantangan global tersebut,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya program PPG diharapkan bisa menyiapakan guru untuk berperan aktif. “Saya berharap, Guru dapat berperan aktif sebagai model yang baik atau menjadi teladan dalam pembelajaran dan pendidikan bagi siswa. Guru harus bisa menerapkan proses pembelajaran yang dapat memotivasi, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan mengembangkan prakarsa, kreativitas serta kemandirian sesuai dengan potensinya,” katanya.

Lebih lanjut rektor menambahkan, tantangan dalam dunia pendidikan saat ini sangatlah berat. “Guru Menghukum siswa dianggap tindakan kekerasan, pada akhirnya guru di laporkan ke Polisi oleh orang tua murid. Guru menegur jangan tidur atau jangan nakal di sekolah, pada akhirnya guru di hajar hingga koma pergi meninggal dunia,” katanya.

Menurutnya hal tersebut merupakan kenyataan, kisah guru honorer.  “Almarhum Pak Budi yang tinggal di Sampang, Madura minggu ini jadi perbincangan media. Hanya karena menegur siswa tidur pada pelajaran seni di kelasnya, Ahmad Budi Cahyono di pukuli salah satu siswanya hingga menyebabkan meninggal dunia,” pungkasnya. (tgr)

Aji Rustam

Jurnalis MPI PWM Jateng, Wartawan Seniour TribunJateng

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE