Kolaborasi UMS, UNIMUS, dan Thammasat University Soroti Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Digital

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental Health Awareness and Stress Management for Students in the Digital Era” pada 21 April 2026 di Faculty of Public Health, Thammasat University, Thailand.
Kegiatan yang didanai Hibah PKM-KI RisetMU itu menjadi wujud komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi di bidang kesehatan masyarakat, khususnya isu kesehatan mental mahasiswa di era digital.
Program kolaboratif ini dipimpin Kusuma Estu Werdani, SKM., M.Kes. dari UMS bersama mitra internasional Choloborn Treesak, Ph.D. dari Thammasat University. Kegiatan tersebut juga didukung Yeni Indriyani, SKM., MPH dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS serta Windi Wulandari, SKM., MPH dari UMS.
Program ini merupakan bagian dari Community Health Service – International Collaboration antara Thammasat University, UMS, dan UNIMUS yang didukung oleh RisetMU Grant PP Muhammadiyah.
Ketua tim PKM, Kusuma Estu Werdani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi internasionalisasi pengabdian masyarakat Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi tersebut mencerminkan semangat kerja sama akademik regional yang tidak hanya berfokus pada pertukaran ilmu, tetapi juga aksi nyata dalam menjawab tantangan kesehatan mahasiswa di tingkat global.
“Kolaborasi dengan Thammasat University diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan, baik dalam bidang pengabdian, pendidikan, maupun riset,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu memahami pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan akademik, mengenali sumber stres pribadi, serta menerapkan teknik pengelolaan stres secara mandiri. Program ini juga dinilai dapat memperkuat jejaring internasional antarmahasiswa dan memperluas wawasan kesehatan masyarakat global.
“PKM internasional ini menjadi bukti bahwa isu kesehatan mental mahasiswa merupakan perhatian bersama lintas negara,” tegasnya.
Peserta kegiatan merupakan mahasiswa internasional dari Faculty of Public Health Thammasat University yang berasal dari berbagai negara, seperti Myanmar, Fiji, Uganda, Indonesia, dan Thailand. Keberagaman latar belakang tersebut menjadikan forum ini sebagai ruang pertukaran pengalaman dan perspektif global terkait kesehatan mental mahasiswa.
Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif, meliputi sesi pembukaan, diskusi pengalaman mahasiswa terkait stres, pengenalan konsep dasar kesehatan mental, identifikasi faktor pemicu stres, hingga strategi pengelolaan stres. Selain itu, peserta juga diajak membangun resiliensi serta mempraktikkan teknik relaksasi dan mindfulness sederhana.
Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik sehari-hari. Materi workshop menekankan pentingnya mengenali diri, mengelola emosi, serta membangun pola pikir positif untuk menjaga keseimbangan psikologis di tengah tekanan era digital.
Sinergi antara UMS, UNIMUS, dan Thammasat University diharapkan mampu menginspirasi pengembangan program promotif dan preventif kesehatan mental yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



