Berita

UMS Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan Lewat Pengabdian Internasional

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar program pengabdian internasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kesehatan mental kelompok UMS Mahasiswa Muslim Taiwan di National Cheng Kung University.

Tim pengabdi multidisiplin UMS menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional ini pada 1 Oktober 2026 di Tainan, Taiwan. Dr. Aflit Nuryulia Praswati memimpin langsung tim UMS untuk mendampingi anggota Muslim Student Association Taiwan menghadapi tantangan akademik serta adaptasi budaya.

Aflit Nuryulia Praswati menjelaskan bahwa ketahanan komunitas membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga spiritual. Oleh karena itu, tim pengabdi merancang serangkaian pelatihan kelembagaan, pendampingan kesehatan, dan edukasi kepemimpinan Islami agar mahasiswa makin mandiri.

Empat Dimensi Kesejahteraan Mahasiswa

Tim pengabdi menekankan pemahaman empat dimensi kesejahteraan pada aspek kesehatan, yakni kesehatan mental, fisik, sosial, dan spiritual. Mahasiswa mempelajari pengelolaan stres serta pengaturan emosi untuk menjaga ketahanan mental selama menuntut ilmu di Taiwan.

Sementara itu, tim pengabdi memberikan panduan pola tidur, nutrisi, dan olahraga untuk menjaga fisik mahasiswa tetap bugar. Aspek sosial memandu peserta membangun hubungan yang harmonis, sedangkan kesejahteraan spiritual menguat lewat pengamalan ibadah harian.

Selain sektor kesehatan, tim UMS membekali peserta dengan penguatan kapasitas ekonomi dan tata kelola organisasi. Pengurus Muslim Student Association belajar menerapkan nilai kepemimpinan amanah, jujur, cerdas, dan komunikatif dalam menjalankan roda organisasi.

Sinergi Multidisiplin UMS di Tingkat Internasional

Inisiatif program UMS Mahasiswa Muslim Taiwan ini melibatkan pakar multidisiplin dari bidang manajemen, kesehatan, hingga keislaman. Prof. Muzakar Isa, Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, Siti Aisyah, Alfiyatul Azizah, dr. Asri Alfajri, Candra Kusuma Wardana, dan Ibrahim Hasan turut memperkuat jajaran tim pengabdi.

Aflit menambahkan bahwa keterlibatan lintas disiplin ilmu membantu tim menyelesaikan persoalan mahasiswa secara komprehensif. Langkah ini mempertegas komitmen UMS dalam memperluas jangkauan pengabdian masyarakat di tingkat global.

Melalui sinergi internasional ini, UMS optimistis komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan mampu mengelola organisasi secara mandiri, menjaga kesehatan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d