Perkuat Tata Kelola Keuangan, Dosen UMS Mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta memperkuat tata kelola keuangan pengurus Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan melalui pelatihan pengendalian internal. Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan risiko kredit macet sekaligus melindungi modal usaha warga dari ancaman rentenir.
Pelaksanaan pendampingan tersebut berlangsung dalam program Pengabdian kepada Masyarakat RisetMu UMS di Joglo Djodie Kromo, Sleman. Melalui agenda ini, dosen UMS mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan agar memiliki struktur organisasi yang transparan dan akuntabel.
Ketua tim pengabdian UMS, Nur Prasetyo Aji, menegaskan bahwa penerapan sistem operasional yang baku sangat penting untuk menjaga keberlangsungan unit usaha desa. Pengawasan yang tertata dengan baik dapat mencegah potensi penyimpangan transaksi dan kekeliruan pencatatan kas.
“Agenda ini penting dilaksanakan untuk mengetahui apakah pengelolaan koperasi sudah sesuai dengan prosedur, sekaligus memberikan pengetahuan yang lebih detail tentang pengendalian internal, pemisahan tugas, dan pengelolaan administrasi yang baik,” ujar Nur Prasetyo Aji.
Pemisahan Tugas dan Praktik Administrasi
Sesi pelatihan yang dipimpin narasumber Rangga Dhia Majduddin membimbing tujuh pengurus koperasi untuk memetakan alur transaksi. Seluruh peserta diajak menyusun bagan organisasi serta merumuskan pembagian tugas pengelola unit usaha secara terperinci.
Tim dosen UMS mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan untuk menerapkan prinsip utama pengendalian internal, yaitu pemisahan kewenangan. Satu pengurus tidak boleh menjalankan peran ganda dalam menyetujui transaksi, memegang uang kas, dan mencatat laporan keuangan secara bersamaan.
Pengurus koperasi juga mempraktikkan penggunaan dokumen administrasi standar secara langsung. Mereka mempelajari pembuatan kwitansi bernomor urut, pencatatan kartu stok persediaan bambu, pengisian buku simpanan anggota, hingga penyusunan indeks arsip organisasi.
Dampak kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Hasil evaluasi mencatat kenaikan nilai rata-rata peserta dari 65 pada pre-test menjadi 85 pada post-test.
Strategi Lepas dari Rentenir
Ketua Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan, Ngadikin, menyambut baik pendampingan intensif dari akademisi UMS tersebut. Pihaknya merasa terbantu dalam membenahi tata kelola administrasi dan mencari solusi atas kendala kredit macet yang kerap terjadi.
Ngadikin menjelaskan bahwa koperasinya memegang peran penting dalam menyediakan akses permodalan bagi perajin lokal. Keberadaan koperasi menjadi benteng ekonomi agar warga tidak terjerat skema pinjaman berbunga tinggi.
“Kegiatan pengabdian ini sangat kami butuhkan. Koperasi ini sejak awal berdiri untuk membantu warga sekitar yang ingin mengembangkan usaha agar memperoleh modal tanpa harus meminjam ke bank plecit,” kata Ngadikin.
Sebagai langkah lanjutan, tim dosen UMS mendampingi Koperasi Desa Wisata Bambu Brajan untuk menyusun rencana kerja operasional. Pengurus segera memberlakukan pemisahan fungsi kasir dan pencatat, melaksanakan stok opname bahan baku, serta menjadwalkan audit berkala oleh tim pengawas.
Kontributor: Adi
Editor: Akmal



