UMS Salurkan 100 Persen Pendapatan 58mart untuk Korban Gempa NTT
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan kepedulian nyata terhadap bencana alam di tanah air. Pihak kampus berkomitmen menyalurkan 100 persen pendapatan bulan pertama dari unit usaha baru mereka, 58mart, untuk membantu warga terdampak gempa NTT.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengajak seluruh civitas academica untuk berbelanja di minimarket tersebut. Langkah sederhana ini menjadi wujud kepedulian sekaligus sarana penggalangan dana bagi korban gempa NTT.
“Nanti kita belanja sama-sama. Margin keuntungan selama satu bulan dari hasil belanja dosen dan tendik akan kita sedekahkan. Kita gunakan seluruh dana tersebut untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak gempa NTT,” ujar Harun, Kamis (20/8/2026).
Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif seluruh warga kampus akan memperbesar jumlah bantuan yang tersalurkan. Oleh karena itu, Harun mengimbau para dosen serta tenaga kependidikan untuk mulai meramaikan toko ritel modern tersebut.
Dorong Keberkahan Usaha Lewat Bantuan Gempa NTT
Senada dengan Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si., menyambut positif langkah kemanusiaan ini. Ia berharap program infak total tersebut membawa keberkahan bagi perkembangan unit bisnis kampus ke depan.
“Kita akan mengamalkan seluruh hasil keuntungan perdana 58mart ini. Kebetulan saudara kita di Maumere dan sekitarnya sedang tertimpa musibah. Karena itu, aksi ini menjadi langkah awal yang sangat baik,” tutur Marpuji.
Di sisi lain, pendirian minimarket ini merupakan langkah strategis kampus dalam mengoptimalkan aset lembaga. Ketua Badan Pengembangan Usaha dan Investasi (BPUI) UMS, Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., menegaskan bahwa unit bisnis baru ini siap mendukung operasional sekaligus program sosial kampus.
Melalui sinergi bisnis dan aksi sosial ini, UMS berharap bantuan gempa NTT dapat tersalurkan secara optimal. Langkah ini sekaligus membuktikan komitmen kampus dalam merespons cepat berbagai bencana di Indonesia.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



