Berita

UMS Dorong Inovasi Pangan: Bayam Disulap Jadi Tepung dan Cookies Sehat

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran hijau segar kini memiliki wajah baru. Melalui inovasi yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bayam disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi berupa tepung dan kue kering (cookies) sehat.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Potronayan, Boyolali, yang menyasar kelompok petani perempuan. Ketua tim pengabdian, Dr. Hidayah Karuniawati dari Fakultas Farmasi UMS, menjelaskan bahwa inovasi ini membawa dua manfaat sekaligus.

“Bayam di Potronayan sangat melimpah, tapi kalau dijual segar harganya murah dan cepat rusak. Dengan diolah menjadi tepung dan cookies, bayam bisa lebih awet, bernilai tinggi, dan jadi camilan sehat,” ungkap Hidayah saat diwawancarai pada Rabu (12/11).

Selama ini, petani di Potronayan menghadapi kendala harga bayam segar yang tidak stabil dan mudah rusak. Melihat hal tersebut, tim pengabdian UMS hadir dengan solusi konkret agar petani perempuan dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian melalui diversifikasi olahan pangan.

Program ini melibatkan 22 petani perempuan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan dilaksanakan bertahap — mulai dari penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan produksi — menggunakan pendekatan Participatory Rural Approach (PRA), yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku aktif dalam setiap proses.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang diversifikasi produk pertanian, manfaat gizi bayam, dan peluang pasar olahan pangan.
Mereka juga mempraktikkan langsung proses pembuatan tepung bayam, mulai dari pencucian, pemotongan, pengeringan, penggilingan, hingga penyaringan.

Tepung ini kemudian diolah menjadi cookies bayam dengan mencampurkannya bersama tepung terigu, mentega, gula halus, dan susu bubuk. Produk ini tetap lezat sekaligus kaya zat besi, vitamin A dan C, serat, serta antioksidan alami dari bayam — menjadikannya alternatif camilan sehat bagi anak-anak dan ibu hamil.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 75,62% menjadi 77,50%, disertai peningkatan keterampilan praktik secara signifikan.
Peserta kini mampu mengolah bayam menjadi produk tahan lama, memahami standar kebersihan, teknik pengemasan, serta strategi menjaga kualitas produk.

Secara ekonomi, inovasi ini membuka peluang usaha baru bagi petani perempuan. Produk tepung dan cookies bayam kini dapat dijual di pasar lokal, dipromosikan lewat media sosial, dan dikembangkan menjadi usaha rumahan bernilai tambah.

Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta LPPM UMS. Melalui kegiatan ini, UMS menegaskan komitmennya sebagai kampus berkemajuan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami berharap keterampilan ini menjadi awal tumbuhnya wirausaha perempuan berbasis pangan lokal,” tutup Hidayah.

Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE