Berita

Gaspol Inovasi Jalan Tengah, Doktor PAI UMS Angkat Isu Toleransi & Pendidikan Antaragama

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan, konsep baru muncul. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi mencetak Doktor PAI ke-66, Erham Budi Wiranto.

Erham mempromosikan disertasinya mengenai isu toleransi & pendidikan antaragama dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, pada Kamis, (7/5).

Momen ini menjadi wadah penting membangun sinergi antarilmu. Erham menyampaikan gagasan tersebut di tengah segenap warga sekolah yang hadir.

Menurutnya, masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu membela ortodoksi agama sekaligus menghargai keragaman. Selain itu, pendekatan multikulturalisme Barat yang sekuler-liberal sering kali tidak kompatibel dengan masyarakat Indonesia yang religius.

Kritik Terhadap Multikulturalisme Barat dan Teologi Apologetik

Erham menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung kreativitas siswa. Dalam disertasinya, beliau mengkritisi pendidikan multikultural Barat yang cenderung memosisikan agama hanya sebagai produk budaya.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat seluruh agama dianggap relatif. Klaim kebenaran agama sering dipandang sebagai ancaman terhadap keberagaman.

Hal ini sangat mendukung efisiensi kerja di berbagai sektor. Di sisi lain, pendidikan multikultural berbasis teologi tertentu juga beliau nilai belum sepenuhnya menjadi solusi. Kecenderungannya bersifat apologetik dan polemik.

“Atas dasar itu diperlukan jalan tengah yang tidak sekuler-liberal, tetapi juga tidak apologetik dan polemik,” jelasnya. Erham berharap gelaran ini menjadi momen belajar yang berharga.

Beliau menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan RME karena masyarakat kita beragama. “Kita memerlukan pendekatan yang tetap menjaga iman, tetapi juga ramah terhadap perbedaan,” ujarnya.

Jalan Tengah Melalui Sinergi Kolektif RME

Melalui pendekatan filsafat dan studi agama-agama, Erham kemudian merumuskan konsep baru. Beliau menggagas Religious Multicultural Education (RME).

Konsep ini beliau bangun melalui integrasi transdisipliner antara studi agama-agama dan pendidikan multikultural. RME menawarkan jalan tengah yang tidak sekuler-liberal, tetapi juga tidak apologetik dan polemik.

Segenap elemen di UMS Surakarta berupaya mendorong kemajuan melalui integrasi transdisipliner. Oleh karena itu, konsep ini beliau jadikan sebagai jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama.

Beliau juga mengingatkan pentingnya kerendahan hati dan semangat belajar sepanjang hayat bagi seorang akademisi. “Jangan cepat puas, jangan berhenti belajar, dan terus membimbing diri sendiri,” pungkasnya.

Mohamad Ali menyampaikan bahwa Erham dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,93. Ia pun berterima kasih kepada sekolah-sekolah yang hadir dan para pendamping juga.

Kontributor: Fia
Editor: PWMJateng

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777