Tingkatkan Kompetensi Guru Masa Kini, Mahasiswa PAI UNIMMA Perdalam Seni Kaligrafi

PWMJATENG.COM, Magelang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti pelatihan seni kaligrafi di Sanggar Kaligrafi Mashuri, Gelangan, Magelang Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi calon guru PAI agar lebih kreatif dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan masa kini.
Pelatihan diikuti mahasiswa semester 7 dan 9 serta berlangsung intensif setiap hari Senin selama empat pekan, mulai 17 November hingga 8 Desember 2025. Program ini membekali mahasiswa dengan keterampilan seni Islam sebagai kompetensi pendukung dalam proses pembelajaran.
Kegiatan resmi dibuka pada Senin (17/11/2025) oleh Ketua Program Studi PAI UNIMMA, Istania Widayati. Ia menyampaikan bahwa pelatihan kaligrafi ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program sejak 2024 dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa.
“Selain mengasah keterampilan teknis membuat karya kaligrafi, kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi antara akademisi UNIMMA dan praktisi profesional. Mahasiswa belajar langsung dari ahlinya agar siap menjadi guru maupun praktisi kaligrafi,” ujarnya.
Selama empat pertemuan, mahasiswa mengikuti kurikulum pelatihan yang disusun secara sistematis oleh Mashuri. Pada tahap awal, mahasiswa diperkenalkan teknik dasar penggunaan alat kaligrafi tradisional seperti handam dan tinta khusus melalui latihan menjiplak pola.
Pada pertemuan berikutnya, mahasiswa mulai menggambar pola secara mandiri di atas kertas. Memasuki pertemuan ketiga, mahasiswa diperkenalkan dengan media kanvas, cat air, tinta warna, dan spidol, termasuk teknik pembuatan latar belakang. Puncaknya, pada pertemuan keempat, mahasiswa menghasilkan karya kaligrafi utuh di atas kanvas.
Pelatihan ini tidak hanya mengasah keterampilan seni, tetapi juga melatih kesabaran, ketelitian, dan kepekaan estetika mahasiswa. Dengan penguasaan seni kaligrafi, lulusan PAI UNIMMA diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran agama yang lebih kreatif dan menarik di kelas.
“Guru PAI masa kini tidak cukup hanya menguasai materi secara lisan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan seni yang mampu menarik minat siswa. Kaligrafi menjadi nilai tambah bagi calon pendidik,” tambah Istania Widayati.
Kegiatan ditutup pada Senin (8/12/2025) dengan menghasilkan puluhan karya kaligrafi kanvas yang estetik. Kolaborasi antara UNIMMA dan Sanggar Kaligrafi Mashuri ini diharapkan terus berlanjut sebagai penghubung antara teori akademik dan praktik seni Islam di lapangan.
Sementara itu, Mashuri menegaskan bahwa seni kaligrafi merupakan bagian dari khazanah intelektual Islam yang perlu dilestarikan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teknik, tetapi juga kesabaran dalam berdakwah melalui visual. Kami ingin mencetak guru PAI yang mampu menghadirkan keindahan Islam dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Kontributor: Huda Andika
Editor: Al-Afasy



