Tembus Global: Dosen UMS Bedah Strategi Jitu Raih Hibah Riset Internasional

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memacu langkah menuju internasionalisasi perguruan tinggi. Melalui sesi berbagi pengalaman, akademisi UMS Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., mengungkapkan bahwa hibah internasional adalah kunci utama untuk memperkuat kualitas riset dan memperluas jejaring kolaborasi global.
“Ketika kita terlibat dalam hibah internasional, kita sedang membawa isu lokal ke level dunia,” ungkap Dr. Obby pada Kamis (5/2/2026). Ia menegaskan bahwa pendanaan luar negeri harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat posisi universitas di percaturan akademik internasional.
Menurut Dr. Obby, ada beberapa variabel kunci yang membuat sebuah proposal dilirik oleh lembaga donor internasional:
- Pernyataan Masalah yang Jelas: Memiliki relevansi kuat dengan tantangan global maupun lokal.
- Kebaruan (Novelty): Menawarkan nilai akademik yang segar dan inovatif.
- Dampak Sosial & Keberlanjutan: Lembaga donor sangat menilai sejauh mana riset memberi solusi nyata dan terus berjalan meski pendanaan telah berakhir.
Secara khusus, Dr. Obby memetakan topik yang sangat potensial bagi dosen FKIP, seperti pendidikan inklusif, pendidikan moral, dan service learning. Isu-isu seperti migrasi dan multikulturalisme juga dinilai sangat seksi jika dikaitkan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
“Penyelarasan topik riset dengan isu global menjadi strategi penting agar proposal memiliki daya saing tinggi,” tambah Obby.
Bagi akademisi pemula, ia menyarankan untuk membangun rekam jejak secara bertahap melalui hibah skala kecil dan aktif dalam publikasi jurnal bereputasi. Melalui sesi ini, diharapkan kontribusi akademisi UMS semakin berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat global.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy



