Konseptual Proker M49: STRATEGI MEMPERLUAS JARIYAH (Part 7)
Oleh: Dodok Sartono (Sekretaris PWM Jateng)

Baca Part 6 >>STRATEGI MEMAJUKAN JAM’IYAH
Muhammadiyah memiliki kekuatan besar dalam bentuk amal usaha. Namun ukuran keberhasilan abad kedua tidak boleh berhenti pada berapa banyak sekolah yang dimiliki, berapa rumah sakit yang dibangun, berapa universitas yang dikelola, atau berapa besar aset yang terkumpul.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Seberapa besar seluruh kekuatan tersebut menghasilkan kemajuan dan perubahan dalam kehidupan masyarakat?”
Paradigma Jariyah bergerak: Dari Kepemilikan aset Menuju Penciptaan Dampak.
Jariyah Muhammadiyah mencakup: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, BUMM, Lazismu, wakaf, ilmu pengetahuan, inovasi, lingkungan, dan pelayanan kemanusiaan.
Transformasi AUM
Seluruh AUM dipetakan menjadi: Flagship, Growth, Revitalisasi, Restrukturisasi, Integrasi/Merger.
Setiap AUM harus menghasilkan empat nilai sekaligus:
- Nilai Dakwah: Menghadirkan nilai Islam Berkemajuan.
- Nilai Sosial: Memberikan manfaat kepada masyarakat.
- Nilai Ekonomi: Menjamin kesehatan dan keberlanjutan lembaga.
- Nilai Kelembagaan: Memperkuat Persyarikatan.
Ekosistem Ekonomi
Muhammadiyah perlu menghubungkan:
Warga – UMKM – BUMM – AUM – Lembaga Keuangan – Perguruan Tinggi – Pasar Muhammadiyah.
Sehingga potensi ekonomi Muhammadiyah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Outcome 2032:
- Terwujudnya Jariyah Muhammadiyah yang unggul, sehat, produktif, mandiri, terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas kepada masyarakat.
KPI Utama Jariyah (Tingkat Nasional);
- Minimal 85% AUM berkategori sehat dan sangat sehat
- 100% AUM memiliki Renstra dan KPI
- Tiap PWM minimal memiliki satu AUM Flegship (khusus Jawa Tiap PDM)
- Jumlah AUM flagship meningkat minimal dua kali lipat dari baseline
- Seluruh AUM bermasalah mempunyai program penyehatan
- Dana abadi tumbuh minimal 15% per tahun
- Aset wakaf produktif meningkat secara konsisten
- Transaksi ekonomi internal Muhammadiyah meningkat
- Jumlah UMKM binaan yang naik kelas meningkat setiap tahun
- Penerima manfaat sosial meningkat minimal 15% per tahun
- Seluruh program strategis mempunyai pengukuran dampak.
Part 8 >> 3 FAKTOR PENGUNGKIT 3J



