Berita

Cegah Ancaman Banjir Klaten, UMS Susun SOP Sistem Peringatan Dini Banjir Terintegrasi FEWS

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Tim PPK Ormawa IMM FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merancang SOP sistem peringatan dini banjir di Desa Carikan, Kabupaten Klaten. Langkah strategis ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana air pasang.

Pengembangan alur kerja ini terintegrasi langsung dengan teknologi Flood Early Warning System (FEWS). Lewat mekanisme ini, warga dan perangkat desa menerima sinyal bahaya secara cepat dan terukur.

Tim mahasiswa menyerap aspirasi warga melalui Focus Group Discussion (FGD) guna mematangkan aturan operasional. Diskusi ini menyelaraskan kebiasaan warga lokal dengan teknologi peringatan dini yang baru.

Kolaborasi Teknologi dan Kesiapsiagaan Warga

Program bertajuk “Kalibuntung Resilien” ini menggabungkan keahlian lintas disiplin mahasiswa IMM UMS. Kolaborasi mencakup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Komunikasi dan Informatika.

Ketua Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Damar Yekti Calista, menegaskan pentingnya keterlibatan warga dalam menyusun SOP sistem peringatan dini banjir. Masukan lapangan memastikan panduan teknis dapat berjalan efektif saat darurat.

“Kami menyerap masukan dari pihak yang menangani banjir secara langsung. Langkah ini membuat panduan teknis benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan Desa Carikan,” ujar Damar, Selasa (1/9/2026).

Warga RT 02 Pacing Tengah, Bro Hantoyo, mengungkapkan bahwa luapan air biasanya naik secara bertahap. Karakteristik genangan ini menjadi acuan utama dalam merumuskan skenario evakuasi warga.

Pemasangan Sirine Berdaya Jangkau Luas

Warga mengusulkan agar SOP sistem peringatan dini banjir melengkapi alat FEWS UMS dengan sirine bersuara keras. Sinyal suara ini memicu kewaspadaan mandiri tanpa bergantung pada keberadaan satu operator.

Selain sirine, warga mengoptimalkan grup WhatsApp RT sebagai saluran komunikasi awal. SOP ini membagi peran secara jelas antara pemerintah desa, ketua RT/RW, serta relawan bencana.

Kejelasan alur koordinasi mengatasi kendala keterbatasan jumlah relawan siaga. Sistem otomatis ini tetap memberi peringatan dini meskipun petugas di lapangan sedang terbatas.

Wilayah rawan seperti Dukuh Pacing Wetan, Pacing Tengah, hingga Dukuh Ngemplak menjadi prioritas pemetaan. Informasi wilayah terdampak langsung masuk dalam skema penanganan darurat.

Dosen Pendamping, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., berharap SOP sistem peringatan dini banjir ini menjadi pedoman berkelanjutan bagi Desa Carikan Klaten.

“SOP berbasis kebutuhan lapangan ini membuat tindakan awal tanggap bencana berjalan terarah dan terintegrasi,” tegas Siti Azizah.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *