Berita

Serunya Kegiatan Renang Anak SD Muhammadiyah 1 Solo: Cara Seru Asah Motorik dan Bakat Siswa

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – LEMBAR kelas sementara berganti dengan riak air kolam renang yang jernih. Siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar kegiatan renang anak SD di Bengawan Sport Solo, Selasa (1/9/2026). Pagi itu, para murid melangkah mantap tanpa membawa buku pelajaran di dalam tas mereka.

Anak-anak hanya membawa pakaian renang, peralatan mandi, dan keberanian untuk belajar hal baru. Sekolah sengaja merancang aktivitas luar ruangan ini untuk mengasah kemampuan motorik anak SD sekaligus menggali potensi bakat mereka sejak dini. Siswa kelas III A mengikuti sesi pertama, sedangkan kelas III B menyusul pada sesi kedua.

Persiapan Matang Sebelum Meluncur ke Kolam

Wali kelas III A tiba di lokasi sejak pukul 06.30 WIB untuk menyambut kedatangan para siswa. Mereka memastikan seluruh murid siap mengikuti petunjuk keselamatan sebelum masuk ke air. Langkah ini membuat kegiatan berjalan aman dan tertib.

Sementara itu, siswa kelas III B menyelesaikan materi di dalam kelas terlebih dahulu hingga pukul 09.00 WIB. Setelah pelajaran usai, kendaraan antar-jemput sekolah membawa rombongan menuju lokasi kolam renang. Pengaturan jadwal ini membuat seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala.

Membangun Karakter dan Kedisiplinan Anak

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa program renang anak SD ini bukan sekadar ajang bermain air biasa. Kegiatan outdoor ini menjadi wadah efektif untuk membentuk karakter murid secara menyeluruh.

“Renang menjadi pengalaman belajar yang melatih motorik, keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Anak-anak juga belajar mengikuti aturan dan menjaga keselamatan dirinya,” ujar Sri Sayekti.

Ia menambahkan bahwa anak usia sekolah dasar membutuhkan ruang gerak yang cukup. Oleh karena itu, pihak sekolah rutin menghadirkan variasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang interaktif dan menyenangkan.

Pengawasan Ketat dan Pesan Edukasi

Guru PAI Dwi Jatmiko bersama Wali Kelas 3A Danardono Sri Pamungkas mendampingi penuh di tepi kolam. Para guru mengawasi gerakan murid agar keselamatan anak-anak tetap terjaga sepanjang sesi latihan.

Pihak sekolah mengapresiasi keberanian para siswa yang terus mencoba meski sempat ragu. Pembelajaran ini membuktikan bahwa proses tumbuh kembang anak tidak selalu terjadi di dalam ruangan.

“Pendidikan kadang tidak dimulai dari papan tulis. Pembelajaran bisa dimulai dari tepi kolam, ketika seorang anak memberanikan diri melangkah dan mengapung,” pungkas Sri Sayekti.

Kontributor: Dwi Jatmiko MPd.
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *