Siswa SD Bilingual Muhammadiyah 1 Purwodadi Raih Medali Emas IPA Nasional di Airlangga Competition 20
PWMJATENG.COM, GROBOGAN — Siswa SD Grobogan raih medali emas IPA nasional dalam ajang Airlangga Competition 20. Kanaya Zivada Wibowo, murid SD Bilingual Muhammadiyah 1 Purwodadi, menorehkan prestasi gemilang tersebut pada tingkat SD/MI sederajat. Oleh karena itu, capaian ini menjadi kebanggaan bagi daerah.
Selain itu, ia berhasil memboyong medali emas bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan predikat nilai A+. Lembaga PT Lentera Pendidikan Indonesia mengumumkan hasil kejuaraan nasional tersebut secara resmi.
Bahkan, pencapaian Kanaya membuktikan bahwa talenta muda dari Kabupaten Grobogan mampu bersiap bersaing secara tangguh. Dengan demikian, kemenangan ini turut mengangkat reputasi sekolah di kancah pendidikan nasional.
Bukti Kualitas Pendidikan Daerah
Sementara itu, Kepala SD Bilingual Muhammadiyah 1 Purwodadi, Kidatul Rahman, S.Pd.I., mengapresiasi kerja keras anak didiknya. Pihak sekolah terus mendampingi serta memfasilitasi minat akademik para siswa.
Di samping itu, dukungan penuh keluarga juga menjadi kunci keberhasilan Kanaya. Sang ayah, Sigit Tri Wibowo, secara konsisten mendampingi proses belajar putri cantiknya selama masa persiapan lomba.
Selanjutnya, sinergi antara sekolah dan orang tua tersebut terbukti menghasilkan prestasi yang membanggakan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya lingkungan belajar yang kondusif bagi anak.
Inspirasi bagi Generasi Muda Grobogan
Pada akhirnya, kemenangan ini membawa dampak positif bagi iklim pendidikan di daerah. Momen siswa SD Grobogan raih medali emas IPA nasional ini menjadi bukti nyata bahwa anak daerah siap mengukir prestasi tinggi.
Sebab, medali emas tersebut melambangkan kedisiplinan, rasa percaya diri, serta mental juara. Oleh sebab itu, prestasi Kanaya sekaligus membakar semangat siswa lain untuk berani berkompetisi.
Ke depan, Kanaya akan terus mengasah kemampuannya untuk menghadapi berbagai tantangan akademik berikutnya. Momen manis ini menjadi pijakan awal bagi Kanaya untuk melangkah lebih jauh.
Kontributor: Agus Santosa
Editor: Akmal



