Sinergi PTMA dan PesantrenMu, KH Tafsir Dorong Modernisasi Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mendorong penguatan sinergi strategis antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan pesantren. Langkah ini bertujuan untuk mengakselerasi lahirnya pesantren muhammadiyah yang unggul. Selain itu, para pihak menggodok langkah strategis tata kelola dan ekosistem pendidikan pesantren melalui Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Rabu (29/7/2026).
KH Tafsir menyampaikan pentingnya kolaborasi saat membuka forum Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Jawa Tengah di Unimus. Menurutnya, kampus Muhammadiyah memegang peran krusial dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke pondok.
“Pondok pesantren Muhammadiyah itu ibarat kaum yang umurnya masih relatif muda, maka butuh penguatan untuk mencapai pondok pesantren yang benar-benar mapan, maju, dan unggul,” ujar Dr. KH. Tafsir, M.Ag.
Oleh karena itu, Ketua PWM Jawa Tengah menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antarlembaga ini. “Sinergi antara kampus perguruan tinggi dengan pondok pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah merupakan acara yang penting demi percepatan tumbuhnya dan berkembangnya pondok pesantren,” tegasnya.

Infrastruktur Digital dan Ekosistem Heliks Ganda
Selanjutnya, tim LP2M merespons arahan Ketua PWM Jateng dengan memaparkan konsep integrasi Heliks Ganda. Konsep ini memadukan kedalaman spiritual pesantren dan keunggulan riset PTMA. Hasilnya, PWM menugaskan kampus-kampus Muhammadiyah untuk mendampingi pesantren dalam membangun infrastruktur pesantren muhammadiyah berbasis digital.
“Kita harus beralih dari operasional silo menuju ekosistem pendidikan Muhammadiyah,” ungkap perwakilan LP2M PWM Jawa Tengah, Ahmad Mardalis.
Oleh sebab itu, PTMA dan pesantren mewujudkan sinergi ini melalui penerapan Learning Management System (LMS), Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), serta perpustakaan digital. Langkah konkret ini memutus isolasi operasional sekaligus mempercepat standarisasi kualitas pesantren.
Penyelarasan Kurikulum dan Inkubator Bisnis Santri
Tidak hanya menyentuh aspek teknologi, sinergi ini juga menyasar penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam hal ini, perguruan tinggi mendampingi para ustadz saat menyusun materi ajar modern tanpa menggerus tradisi keislaman dan tahfiz.
Sementara itu di bidang ekonomi, kampus Muhammadiyah menerjunkan fasilitas inkubator bisnis untuk melatih para santri. Program ini berfokus pada sertifikasi halal, tata kelola keuangan syariah, dan penguatan pemasaran produk UMKM milik pesantren.
Dengan demikian, PWM Jawa Tengah optimistis bahwa kolaborasi ini mampu mencetak kader yang unggul. Para santri akan tumbuh menjadi pribadi yang matang secara spiritual, cerdas secara intelektual, serta adaptif terhadap teknologi modern.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Al-Afasy



