Sekretaris PWM Jateng Raih Peserta Terbaik Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi, Begini Ceritanya!

PWMJATENG.COM, Tangerang – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, berhasil meraih penghargaan peserta terbaik dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Jumat hingga Ahad (29–31/8).
Penghargaan tersebut diserahkan pada penutupan acara. Ketua PWM Banten, Syamsudin, secara langsung memberikan piagam penghargaan kepada Dodok Sartono. Suasana penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di hadapan seluruh peserta pelatihan.
Direktur Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) PP Muhammadiyah, Khoirul Fajri, menegaskan bahwa penilaian penghargaan ini didasarkan pada partisipasi aktif peserta. Ia menjelaskan bahwa panitia menilai keterlibatan peserta dalam setiap sesi, sekaligus memperhatikan hasil nilai pre-test dan post-test yang dijalani.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang siapa yang pintar, tetapi juga tentang konsistensi mengikuti kegiatan dan peningkatan pemahaman dari awal sampai akhir pelatihan,” ujar Khoirul Fajri.
Menurutnya, para peserta dinilai mampu menunjukkan semangat belajar tinggi dan komitmen dalam memahami materi pelatihan.
“Kenaikan nilai dari pre-test ke post-test juga cukup signifikan. Itu menunjukkan keseriusan beliau dalam mengikuti proses pembelajaran,” tambahnya.
Baca juga, Muhammadiyah Gelar Pelatihan Reputasi Digital, Sekretaris PWM Jateng Dodok Sartono Tekankan Pentingnya Branding Profesional
Dodok Sartono pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan. Menurutnya, manajemen reputasi digital menjadi kebutuhan penting di era teknologi informasi.
“Kita harus mampu menjaga nama baik organisasi di ruang digital. Sebab, reputasi tidak hanya dibangun di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya,” ujarnya.
Khoirul Fajri menambahkan, tujuan utama pelatihan adalah membekali para pimpinan Muhammadiyah agar lebih paham menghadapi tantangan digital.
“Reputasi organisasi bisa naik atau turun hanya karena isu di media sosial. Dengan pelatihan ini, kita ingin membekali agar lebih siap mengelola informasi,” jelasnya.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti oleh perwakilan PWM dari beberapa wilayah. Setiap sesi menghadirkan narasumber yang membahas strategi komunikasi digital, analisis isu, hingga praktik pengelolaan media sosial. Para peserta juga diajak melakukan simulasi penanganan krisis digital yang kerap muncul di tengah derasnya arus informasi.
Dalam penutupan acara, Syamsudin menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta. Menurutnya, partisipasi aktif setiap individu menjadi bukti keseriusan Muhammadiyah dalam memperkuat kapasitas kader di era digital.
“Kita berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di forum ini saja, tetapi bisa diterapkan di daerah masing-masing,” katanya.
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha