Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU Pekalongan) sukses mengukir prestasi gemilang pada paruh pertama tahun 2026. Lembaga filantropi ini berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan fantastis mencapai Rp24,6 miliar. Capaian luar biasa tersebut mengukuhkan posisi mereka sebagai penghimpun dana tertinggi di jaringan LAZISMU Jawa Tengah.
Pengumuman rekor perolehan ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Kinerja Semester Pertama di Karanganyar, Pekalongan, Sabtu (11/7/2026). Kendati mencetak angka fantastis, manajemen lembaga zakat ini enggan berpuas diri. Mereka justru langsung tancap gas menyiapkan 4 program unggulan untuk berdayakan umat. Langkah taktis ini bertujuan untuk segera mengalirkan kemanfaatan dana umat secara nyata.
Inovasi Modal Usaha Ayam Petelur Elba
Manajer LAZISMU Pekalongan, Sutiknyo, menegaskan bahwa lembaganya merancang program baru ini untuk menjawab tantangan masyarakat. Salah satu terobosan dari 4 program unggulan tersebut adalah peningkatan kesejahteraan guru melalui peternakan ayam petelur Elba. Skema pemberdayaan ekonomi ini akan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan yang bersifat momentum.
Selain peternakan ayam, institusi ini juga meluncurkan bisnis kuliner kemitraan UMKM bernama El Chicken. Unit usaha ini melibatkan kader muda perempuan Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah. Kolaborasi strategis tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru berbasis Zakat Infaq Shadaqah.
Dana miliaran yang terhimpun juga menyasar sektor sosial dan pendidikan secara masif. Manajemen telah menyiapkan program bedah rumah untuk lansia kurang mampu di wilayah Kedungwuni. Bersamaan dengan itu, mereka juga menyalurkan beasiswa sarjana khusus bagi guru-guru honorer di sekolah Muhammadiyah.
Transparansi Tata Kelola Dana Zakat Pekalongan
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pekalongan, M. Ali Sofyan, optimistis lembaganya mampu melampaui target tahunan sebesar Rp26 miliar. Sisa waktu enam bulan ke depan akan menjadi momentum optimalisasi serapan dana jaminan sosial tersebut. Target ini sangat rasional mengingat tren kepatuhan berzakat masyarakat terus meningkat tajam.
Penyaluran dana zakat Pekalongan ini wajib mematuhi regulasi ketat agar tepat sasaran. Pengelola mengacu penuh pada tiga pilar kepatuhan, yakni regulasi syariat, hukum negara, dan aturan internal organisasi. Sistem pengawasan berlapis ini terbukti sukses membangun kepercayaan para muzaki secara masif.
Peran strategis amil menjadi kunci utama di balik kesuksesan pengelolaan dana kemanusiaan ini. Petugas lapangan bergerak dinamis sebagai jembatan penyeimbang antara kaum agas (munfiq) dan kelompok penerima manfaat (mustahik). Tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel akhirnya menempatkan kinerja lembaga ini di puncak regional LAZISMU Jawa Tengah.
Kontributor: Nanang
Editor: Alafasy



