Tiga Kali Berturut-turut, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Prestasi Tertinggi P2HIV/AIDS

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Rumah sakit ini sukses meraih penghargaan tertinggi dari Menteri Ketenagakerjaan RI dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat kerja.
Prestasi kategori Platinum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 45 Tahun 2026. Satwasker Wilayah Surakarta menyerahkan langsung penghargaan tersebut pada 23 April 2026. Capaian ini membuktikan dedikasi rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan tanpa stigma.
Komitmen Lingkungan Kerja Inklusif
Program P2HIV/AIDS merupakan bentuk apresiasi bagi institusi yang konsisten menjaga keselamatan pekerja. Pemerintah memberikan penghargaan ini kepada perusahaan yang aktif mengedukasi karyawan mengenai bahaya dan penanganan HIV-AIDS. Fokus utamanya adalah mengurangi diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Tim penilai bekerja secara komprehensif dalam membedah kebijakan manajemen RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Mereka meninjau layanan konseling, ketersediaan tes HIV sukarela (VCT), hingga integrasi program dengan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Oleh karena itu, predikat Platinum resmi jatuh ke tangan rumah sakit ini.
Tiga Kali Meraih Predikat Platinum
Kategori Platinum merupakan tingkatan tertinggi dalam penilaian kementerian. Penerima penghargaan ini harus menjadi role model yang inovatif bagi organisasi lain. Hebatnya, RS PKU Muhammadiyah Surakarta telah memenangkan kategori ini sebanyak tiga kali berturut-turut.
Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi manajemen dalam mengelola sistem yang matang. Seluruh elemen organisasi terlibat aktif untuk memastikan dampak nyata bagi kesejahteraan karyawan. Selain itu, rumah sakit juga memastikan program ini berjalan berkelanjutan setiap tahunnya.
Harapan Direktur untuk Masa Depan
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, menyambut syukur atas apresiasi tersebut. Beliau menegaskan bahwa hasil ini merupakan kerja keras seluruh tim rumah sakit. Pihaknya berjanji akan terus memperkuat edukasi, baik secara internal maupun kepada masyarakat luas.
Selanjutnya, dr. Arief berharap rumah sakit dapat terus menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam pelayanan. Penguatan program kesehatan kerja tetap menjadi prioritas utama demi mendukung pelayanan yang paripurna. Dengan demikian, RS PKU Muhammadiyah Surakarta tetap menjadi pionir kesehatan yang berkemajuan di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Lantik Wakil Direktur Baru
Kontributor: Betty Andriani
Editor: Al-Afasy



