Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah Kudus Sambangi DPRD Kudus, Pelajari Langsung Sistem Demokrasi
PWMJATENG.COM, KUDUS – Generasi muda Kabupaten Kudus mulai mengasah kepekaan politik mereka lewat keterlibatan langsung di gedung dewan. Momen ketika ratusan siswa SMA Muhammadiyah Kudus sambangi DPRD Kudus pada Rabu (9/9/2026) ini menjadi wadah edukasi politik yang nyata. Langkah pembelajaran luar kelas tersebut bertujuan agar para pelajar memahami mekanisme pemerintahan daerah secara langsung.
Para murid kelas XII mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kudus untuk berdiskusi dengan para legislator. Sekretaris Komisi C DPRD Kudus, H. Rochim Sutopo, bersama Anggota Komisi D, Kholid Mawardi, menyambut rombongan pelajar ini. Kedua narasumber tersebut membedah fungsi legislatif serta peran eksekutif dalam mengelola daerah.
Kepala SMA Muhammadiyah Kudus, Edy Kusmanto, menilai agenda ini sangat strategis bagi perkembangan peserta didik. Pihak sekolah merancang kegiatan saat ratusan siswa SMA Muhammadiyah Kudus sambangi DPRD Kudus guna membentuk karakter pelajar yang kritis dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar bagi siswa untuk memahami secara langsung bagaimana pemerintahan daerah berjalan, khususnya hubungan antara legislatif dan eksekutif. Kami berharap wawasan ini dapat membentuk siswa yang kritis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kehidupan bermasyarakat,” ujar Edy.
Membedah Proses Pembuatan Kebijakan
Dalam sesi pemaparan, Rochim Sutopo menekankan pentingnya sinergi antarlembaga daerah dalam merumuskan kebijakan publik. DPRD dan pemerintah daerah memegang fungsi masing-masing, namun wajib berkolaborasi demi kepentingan masyarakat luas.
“Siswa perlu memahami bahwa DPRD dan pemerintah daerah memiliki fungsi masing-masing, tetapi harus bekerja sama dalam mewujudkan kebijakan dan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Rochim.
Penjelasan tersebut membuka wawasan peserta bahwa pembentukan Perda membutuhkan proses panjang. Rangkaian pembahasan, koordinasi anggaran, hingga pengawasan ketat mengawal setiap kebijakan sebelum terbit secara sah.
Sementara itu, Kholid Mawardi mengajak generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap isu-isu pemerintahan. Beliau menegaskan bahwa pemahaman sistem demokrasi sejak dini menjadi bekal penting bagi pemuda untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
“Generasi muda perlu mengenal proses pemerintahan sejak dini. Dengan memahami bagaimana kebijakan daerah dibuat dan dijalankan, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi nantinya mampu ikut berperan di tengah masyarakat,” tutur Kholid.
Mencetak Generasi Muda Melek Politik
Kunjungan lapangan ini memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar kelas XII. Ketika ratusan siswa SMA Muhammadiyah Kudus sambangi DPRD Kudus, mereka tidak sekadar menyerap teori kenegaraan, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.
Pihak sekolah berkomitmen memperluas ruang pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti ini secara berkelanjutan. Melalui interaksi bersama pejabat publik, sekolah mendorong murid-muridnya agar mampu berpikir kritis dalam membaca dinamika sosial.
Melalui agenda saat ratusan siswa SMA Muhammadiyah Kudus sambangi DPRD Kudus ini, sebanyak 178 pelajar kini mengantongi bekal pemahaman tata kelola daerah yang matang. Pengalaman berharga ini siap mencetak generasi muda yang kritis, berwawasan luas, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa.
Kontributor: SMA Muhammadiyah Kudus
Editor: Akmal



