Berita

Bisa Jadi Penerjemah Presiden, Intip Prospek Kerja Sastra Inggris yang Tak Tergantikan AI

PWMJATENG.COMBANYUMAS  – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) belakangan ini memicu kekhawatiran atas masa depan beberapa profesi kebahasaan. Namun, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI menegaskan bahwa prospek kerja Sastra Inggris tetap cerah dan tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh mesin.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam Sharing Session Teknik Penerjemahan di Lingkungan Pemerintahan. Acara ini berlangsung di Gedung AR. Fakhruddin, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kamis (16/7/2026). Melalui agenda ini, Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi (FIBK) UMP sengaja membeberkan peluang emas menjadi penerjemah pemerintah kepada para mahasiswa.

Peluang Emas Menjadi Penerjemah Presiden

Penerjemah Ahli Utama Kemensetneg RI, Troeno Marayoga, menjelaskan bahwa peran profesi ini sangat strategis. Mereka tidak hanya menerjemahkan dokumen hukum, tetapi juga menjadi interpreter langsung untuk Presiden dan menteri. Sayangnya, jumlah tenaga ahli di Indonesia saat ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, instansi pusat sangat membutuhkan regenerasi dari kalangan akademisi, khususnya lulusan rumpun bahasa.

Troeno juga menggarisbawahi mengapa prospek kerja Sastra Inggris di sektor ini sangat aman dari ancaman AI. Dokumen resmi negara sering kali bersifat rahasia dan membutuhkan akurasi tinggi. Akibatnya, pemerintah tidak boleh menggunakan kecerdasan buatan AI atau jasa swasta untuk mengolah data sensitif tersebut. Keamanan informasi negara tetap bertumpu pada integritas penerjemah pemerintah.

Kolaborasi Strategis FIBK UMP dan Kemensetneg

Merespons peluang tersebut, Dekan FIBK UMP, Dr. Widya Nirmalawati, menyambut baik kehadiran tim Kemensetneg. Kunjungan berharga ini memberikan wawasan dunia kerja yang nyata bagi mahasiswa. Di samping itu, pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi kelembagaan yang lebih luas.

FIBK UMP kini tengah menjajaki program magang dan kunjungan akademik langsung ke kementerian. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi praktis mahasiswa sebelum lulus. Melalui kerja sama erat ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto berharap dapat mencetak lulusan yang siap mengisi pos-pos strategis negara. Penguasaan bahasa kini bukan lagi sekadar keahlian komunikasi, melainkan aset penting dalam menjaga kedaulatan informasi nasional.

Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/